10 Pembatalan Keislaman
◆ *RESUME KAJIAN* ◆
_*Karawang Mengaji Tauhid*_
بسم اللّه الرّحمٰن الرّحيم
📒Tema : 10 Pembatal Keislaman
🎓Pemateri : Ustadz Sofyan Cholid bin Idham Ruray, Lc _hafizhahullaah_
🕌 Tempat : Masjid Jami' Aliyah Karawang
📅 Tanggal : Ahad, 24 Jumadil 'Ula1441 H/ 19 Januari 2020 M
*Hendaknya seseorang mempelajari permasalahan ini, karena ini merupakan hal yang sangat penting*
Semoga Allah subhanahu wata'ala senantiasa memberikan pemahaman ilmu kepada kita semua, Aamiin.
*Muqoddimah*
Alhamdulillaah hamdan katsiron thoyyiban mubarokan fiih kamaa yuhibbu rabbuna wa yardha, wa asyhadu alla ilaha illallah wahdahu laa syarika lah wa asy-hadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluh. Allahumma shalli ‘ala Nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam.
Menjaga tauhid, keimanan, dan keislaman merupakan hal yang paling penting dalam kehidupan kita. Seseorang selamat dari adzab Allah apabila memiliki keimanan yanh benar dan serta memiliki keimanan yang sah tidak dicampuri dengan kesyirikan sedikitpun.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
الَّذِينَ ءَامَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوٓا إِيمٰنَهُمْ بِظُلْمٍ أُولٰٓئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُّهْتَدُونَ
"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan syirik, mereka itulah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mereka mendapat petunjuk."
(QS. Al-An'am Ayat 82)
Nikmat aman dalam ayat di atas maksudnya adalah selamat dari adzab Allah di dunia dan akhirat, ayat ini juga menjelaskan kepada kita jalan keselamatan. Hidayah diperoleh dengan cara menjaga keimanan dan keislaman.
Sebaliknya Allah ingatkan kepada yang kafir kepada Allah dan orang yang batal imannya maka mereka termasuk penghuni neraka dan kekal di dalamnya dan mereka seburuk-buruk makhluk.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِينَ فِى نَارِ جَهَنَّمَ خٰلِدِينَ فِيهَآ ۚ أُولٰٓئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ
"Sungguh, orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke Neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Mereka itu adalah sejahat-jahat makhluk."
(QS. Al-Bayyinah Ayat 6)
Menjaga Iman dan Islam suatu yang penting, jika kita berjumpa dengan Allah dengan tidak membawa dosa ini maka kita selamat dan jika membawa dosa ini maka kita akan celaka.
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab at-Tamimi rahimahullah mengatakan,
اعلم أن نواقض الإسلام عشرة
Ketahuilah bahwasannya pembatal keislaman itu ada sepuluh.
Namun sepuluh yang dimaksud disini bukan pembatasan, karena pembatasan pembatal keislaman sangat banyak
*Beliau mengingatkan sepuluh disini dengan alasan;*
1. Sepuluh disini merupakan yang paling banyak terjadi
2. Sepuluh disini ini yang telah disepakati oleh ulama dan tidak ada khilaf perbedaan pendapat, dan dosa ini jika dilakukan oleh seseorang maka membatalkan keislamannya.
*1⃣. Berbuat Syirik di dalam Ibadah kepada Allaah*
الشرك في عبادةالله تعالى
Karena ibadah hakikatnya khusus hanya milik Allah, Makna dari syirik yaitu menyamakan Allah dengan Makhluk dalam perkara yang khusus bagi Allah.
Oleh sebabnya orang yang beribadah kepada selain Allah atau membuat tandingan ibadah pada selain Allah maka dia telah berbuat syirik, walau dia hanya sebuah berkeyakinan ada sesuatu yang boleh disembah selain Allah.
*Kenapa dosa syirik sangat dimurkai oleh Allah?*
Karena dosa syirik merupakan penghinaat terhadap Allah, ketika Allah yang merajai, menguasai, yang maha tinggi disamakan dengan makhluk dimana makhluk itu lemah, hina, kotor dan penuh dosa baik secara lahir maupun batin, sehingga jika disamakan maka pelecehan yang sangat besar terhadap Allah subhanahu wata'ala.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَاءُ
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya…”
(QS. An-Nisa’ Ayat 48)
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِۦ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَشَآءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلٰلًۢا بَعِيدًا
"Allah tidak akan mengampuni dosa syirik (mempersekutukan Allah dengan sesuatu) dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sungguh, dia telah tersesat jauh sekali."
(QS. An-Nisa' Ayat 116)
Dalam kedua ayat tersebut memiliki lafadz yang sama, hanya saja berbeda pada lafadz yang terakhirnya.
Ayat ini merupakan konsekuensi bagi orang yang berbuat syirik lalu mati dalam keadaan belum bertaubat.
Namun jika dia bertaubat dari dosa syirik maka Allah ampuni seluruh dosanya.
Bahkan orang yang tadinya musyrik, lalu masuk islam maka sebuah kebaikan yang dilakukannya selama ia musyrik menjadi sebuah pahala kebaikan.
◆ Contoh pada kisah
Shahabat Amr bin Ash radhiyallahu anhu
قُلْتُ: أَنْ يُغْفَرَلِى. قَالَ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ اْلإِسْلاَمَ يَهْدِمُ مَا كَانَ قَبْلَهُ؟ وَأَنَّ الْهِجْرَةَ تَهْدِمُ مَاكَانَ قَبْلَهَا؟ وَأَنَّ الْحَجَّ يَهْدِمُ مَا كَانَ قَبْلَهُ ؟
Maka aku berkata, ‘Agar aku diampuni.’ Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ‘*Apakah engkau belum tahu bahwa sesungguhnya Islam itu menghapus dosa-dosa yang dilakukan sebelumnya,* hijrah itu menghapus dosa-dosa sebelumnya, dan haji itu menghapus dosa-dosa sebelumnya?’”
(HR. Muslim: Kitabul Iman no. 121)
Sehingga Ulama mengatakan tauhid adalah sebab terbesar seseorang mendapat ampunan Allah.
◆ Contoh jika ada orang berbuat dosa khamr dan riba, lalu dia taubat dari khamr dan dosa ribanya ia belum sempat bertaubat maka Allah ampuni dosa khamrnya dan dosa riba belum diampuni. Namun, jika taubat dari syirik maka akan diampuni seluruh dosanya.
Di dalam hadits qudsi dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman:
يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِى بِقُرَابِ الأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيتَنِى لاَ تُشْرِكُ بِى شَيْئًا لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً
“Wahai anak Adam, jika engkau mendatangi-Ku dengan dosa sepenuh bumi kemudian engkau tidak berbuat syirik pada-Ku dengan sesuatu apa pun, maka Aku akan mendatangimu dengan ampunan sepenuh bumi itu pula.”
(HR. Tirmidzi no. 3540. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan ghorib. Sanad hadits ini hasan sebagaimana dikatakan oleh Al Hafizh Abu Thohir)
Makna disini yaitu tidak melakukan dosa syirik kecil maupun syirik besar. Orang yang datang berjumpa dengan Allah dengan membawa dosa sepenuh bumi saja masih ada harapan diampuni dengan syarat tidak berbuat syirik.
Lalu Sabda Rasul keada Hakim bin Hizam,
عن حَكِيم بن حِزَامٍ رضي الله عنه أَنَّهُ قَالَ:يَا رَسُولَ اللهِ! أَرَأَيْتَ أُمُورًا كُنْتُ أَتَحَنَّثُ بِهَا فِي الْجَاهِلِيَّةِ: مِنْ صِلَةٍ وَعَتَاقَةٍ وَصَدَقَةٍ، هَلْ لِي فِيْهَا مِنْ أَجْرٍ؟ قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: “أَسْلَمْتَ عَلَى مَا سَلَفَ مِنْ خَيْرٍ”.
Dari Hakim bin Hizam bahwasanya ia berkata: “Wahai Rasulullah! Bagaimana pendapatmu tentang perkara-perkara kebaikan yang dahulu di masa jahiliyah sebelum saya masuk Islam aku melakukannya: berupa menyambung tali silaturahim, memerdekakan budak, bersedekah, Apakah aku mendapatkan pahala hai Rasulullah?”
Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, *“Engkau masuk Islam diatas kebaikan kebaikan yang telah kamu lakukan dahulu”*
(HR. Al-Bukhari)
Namun jika seseorang melakukan kesyiirikan maka amalan tersebut yang akan terhapuskan,
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
وَلَقَدْ أُوحِىَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخٰسِرِينَ
"Dan sungguh, telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu, *Sungguh, jika engkau menyekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang yang rugi."*
(QS. Az-Zumar Ayat 65)
Ini merupakan bahaya dosa syirik yang dapat menghapus amalan seseorang sehingga tidak mendapatkan amlunan Allah jika ia mati dalam keadaan belum bertaubat.
Namun, jika seseorang tidak bertaubat dari dosa selain syirik maka ada kemungkinan diampuni, karena ada ada sebab lain yang dapat mengampuni dosa tersebut, yaitu sebab kebaikan yang ia lakukan di dunia,
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
إِنَّ الْحَسَنٰتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ۚ ذٰلِكَ ذِكْرٰى لِلذّٰكِرِينَ
"Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah)."
(QS. Hud 11: Ayat 114)
Atau dalam kisah yang mahsyur,
Dari shahabat Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَنَّ امْرَأَةً بَغِيًّا رَأَتْ كَلْبًا فِى يَوْمٍ حَارٍّ يُطِيفُ بِبِئْرٍ قَدْ أَدْلَعَ لِسَانَهُ مِنَ الْعَطَشِ فَنَزَعَتْ لَهُ بِمُوقِهَا فَغُفِرَ لَهَا
“Ada seorang wanita pezina melihat seekor anjing di hari yang panasnya begitu terik. Anjing itu menngelilingi sumur tersebut sambil menjulurkan lidahnya karena kehausan. Lalu wanita itu melepas sepatunya (lalu menimba air dengannya). Ia pun diampuni karena amalannya tersebut.”
(HR. Muslim no. 2245).
Begitu juga musibah yang menimpa seseorang dapat menghapus dosa, namun perlu diingat bahwa dosa yang bisa dihapuskan dengan amal shaleh hanya dosa selain syirik, karena dosa syirik hanya bisa dihapuskan dengan taubat.
Selama seseorang masih muslim, seseorang boleh untuk medo'akannya ketika mati, jika itu orang tua kita maka lebih wajib lagi bagi kita untuk mendoakannya.
Adapun jika orang itu yang berbuat syirik sehingga menyebabkan keluar dari islam maka kita dilarang untuk mendo'akannya atau memohonkan ampun kepadanya.
Allah Subhanahu wata'ala berfirman:
مَا كَانَ لِلنَّبِىِّ وَالَّذِينَ ءَامَنُوٓا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوٓا أُولِى قُرْبٰى مِنۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحٰبُ الْجَحِيمِ
"Tidak pantas bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memohonkan ampunan (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik sekalipun orang-orang itu kaum kerabat(nya) setelah jelas bagi mereka bahwa orang-orang musyrik itu penghuni Neraka Jahanam."
(QS. At-Taubah Ayat 113)
Ayat di atas ashbabun nuzul nya ketika Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mendoakan pamannya Abu Thalib yang mati dalam keadaan kafir.
Orang yang berbuat dosa besar dan selama bukan syirik, seandainya Allah tidak mengampuni maka Allah masukkan ia ke dalam neraka namun tidak kekal di dalamnya.
Adapun orang yang berbuat syirik pasti masuk neraka.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوٓا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ ۖ وَقَالَ الْمَسِيحُ يٰبَنِىٓ إِسْرٰٓءِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّى وَرَبَّكُمْ ۖ إِنَّهُۥ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوٰىهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظّٰلِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ
"Sungguh, telah kafir orang-orang yang berkata, Sesungguhnya Allah itu dialah Al-Masih putra Maryam. Padahal Al-Masih (sendiri) berkata, Wahai Bani Israil! Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu. Sesungguhnya barang siapa mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh, Allah mengharamkan surga baginya, dan tempatnya ialah neraka. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim itu."
(QS. Al-Maidah Ayat 72)
*Contoh perbuatan syirik dalam ibadah adalah*
1. Menyembelih untuk selain Allah
Menyembelih untuk pendekatan dan pengagungan terhadap selain Allah, seperti orang yang menyembah kepada jin atau menyembah kepada kubur.
Semua ibadah jika dipersembahkan kepada selain Allah maka itu termasuk syirik dalam uluhiyyah (peribadahan), dan itu kufur.
◆ Syaikh menyebutkan contoh mengembah jin dan kubur karena ini yang paling banyak terjadi.
Karena setiap orang hampir tidak ada sekutukan Shalat, Haji dalam ibadah ini karena mereka paham bahwa melakukan demikian itu tidak boleh.
Namun faktanya ada orang yang demikian, ada orang shalat kepada selain Allah,
contoh:
Orang yang datang ke suatu masjid karena dia meyakini di masjid tersebut ada kuburan keramat orang shaleh, sehingga dia shalat di masjid tersebut demi mengagungkan penghuni kubur tersebut namun karena keyakinan tersebut ada hakikatnya ia telah menyembah penghuni kubur, karena hakitkat dari ibadah adalah kecintaan dan pengagungan.
*Kenapa hal ini banyak terjadi?*
Karena diantara tipu daya setan terhadap manusia adalah membuat suatu dosa dengan menamakan dan menggambarkan yang buruk dengan rupa yang Bagus dan Indah.
◆ Contoh sangat banyak:
-Riba disebut Bunga
-Racun disebut selera pemberani
-Dosa syirik menyembah selain allah dinamakan sedekah bumi, sedekah laut.
Sehingga banyak orang yang terjerumus di dalam hal ini, mereka menakut-nakuti supaya banyak orang mau menyembelih untuk mereka, bahkan orang-orang menyebut hal tersebut dengan Kearifan lokal, bahkan saking bodohnya mereka menjadikna itu sebagai wisata budaya. Naudzubillah
Sebaliknya, yang baik-baik, yaitu ajaran islam yang sebenarnya digambar oleh setan disebut keburukan.
Sehingga muncul perkataan "yang suka larang-larang syirik adalah Wahabi, Radikal." dan selebihnya, sehingga tuduhan mereka terhadap orang melarang syirik hanya sepanjang lidahnya saja.
Ketahuilah bahwa menyembelih merupakan ibadah yang sangat agung
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
قُلْ إِنَّ صَلَاتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ الْعٰلَمِينَ
"Katakanlah (Muhammad), Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam,"
(QS. Al-An'am Ayat 162)
Dari Shahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
لعن الله من ذبح لغير الله
“Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah.
(HR. Muslim no 1978)
2. Termasuk ibadah syirik adalah Tawakkal
Kita hanya boleh menggantungkan hati hanya kepada Allah saja, apabila kita gantung/menyandarkan hati keada selain Allah maka itu kesyirikan.
Oleh sebab itu mempercayai jimat adalah syirik, kenapa syirik? Karena menggantungkan hati kita kepadanya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ عَلَّقَ تَمِيْمَةً فَقَدْ أَشْرَكَ
“Barangsiapa menggantungkan jimat, maka ia telah melakukan syirik.”
(HR. Abu Dawud, shahih)
Begitu juga jika hati kita bersandar kepada hari-hari yang kita anggap kebaikan atau anggap sial, karena jika hati seseorang menggantung kan kepada hari tersebut maka telah berbuat syirik.
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ رَدَّتْهُ الطِّيَرَةُ عَنْ حَاجَتِهِ، فَقَدْ أَشْرَكَ
“Barangsiapa dihalangi oleh perasaan takut sial untuk melakukan hajatnya maka ia telah menyekutukan Allah."
(HR. Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir dari Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu’anhuma, Ash-Shahihah:1065, Shahihul Jaami’: 6264)
*2️⃣.Orang yang membuat perantara antara dirinya dengan Allah peramtara, yaitu dengan berdoa, memohon syafa'at, serta bertawakkal kepada mereka*
من جعل بينه وبين الله وسائط يد عو هم ويسألهم الشفاعة ويتو كل عليهم، كفر إجماعا
Orang yang membuat perantara antara dirinya dengan Allah, yaitu dengan berdo’a, memohon syafa’at, serta bertawakkal kepada mereka.
Perbuatan-perbuatan tersebut termasuk amalan kekufuran menurut ijma’ (kesepakatan para ulama).
Yaitu orang yang berdo'a kepada selain Allah yang mana ibadah tersebut (do'a) hanya mampu dikabulkan oleh Allah maka itu syirik, karena doa itu merupakan bagian dari ibadah.
Dari An-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
الدُّعَاءُ هُوَ العِبَادَةُ
”Doa adalah ibadah.”
(HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi)
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
"Dan Rabbmu berfirman, Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk ke Neraka Jahanam dalam keadaan hina dina."
(QS. Ghafir Ayat 60)
Ayat ini merupakan dalil bahwa doa merupakan ibadah, dan meneegaskan bahwa orang sombong tidak mau do'a keada Allah sehingga dia masuk neraka dalam keadaan hina.
Sehingga jika berdoa kepada makhluk maka dia telah menyekutukan ibadah kepada selain Allah.
*Syubhat!!!*
Mereka sebut ini katakan Tawassul,
Maka ini bukan tawasul syar'i, tapi yang terlarang
*Tawassul ada 2*
1. Tawassul yang syariat
2. Tawassul yang dilarang
*1. Yng disyariatkan yaitu dengan dalil ada tiga bentuk*
A. Tawasul dengan Nama dan sifat Allah
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
وَلِلَّهِ الْأَسْمَآءُ الْحُسْنٰى فَادْعُوهُ بِهَا
"Dan Allah memiliki Asmaul Husna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna itu"
(QS. Al-A'raf Ayat 180)
Juga Rasulullah mencontohnya,
Rasulullah menyeebut dua nama yaitu hayyu dan qoyyum dan satu sifat yaitu rahmat
Beliau senantiasa berdo'a
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا
“Ya hayyu ya qoyyum bi rahmatika astaghiits, wa ash-lihlii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin abadan
-artinya: Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri tidak butuh segala sesuatu, dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata tanpa mendapat pertolongan dari-Mu selamanya.”
(HR. Ibnu As Sunni dalam ‘Amal Al-Yaum wa Al-Lailah no. 46, An-Nasa’i)
B. Tawassul dengan amal shaleh
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَآ إِنَّنَآ ءَامَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
"(Yaitu) orang-orang yang berdoa, Ya Rabb kami, kami benar-benar beriman, maka ampunilah dosa-dosa kami dan lindungilah kami dari azab neraka."
(QS. Ali 'Imran Ayat 16)
Maksud ayat ini yaitu kami sudah beriman (amalan) ini bagian dari ibadah, lalu ia meminta diampuni dosa dan dilindungi dari adzab neraka.
C. Tawassul dengan doa orang shaleh
Tawassul dengan Amal shaleh dengan tiga syarat ;
C.1 Masih hidup
Jika berdoa kepada orang yang sudah mati maka telah musyrik.
C.2 Hadir, maknanya yaitu bisa komunikasi secara wajar,
Tidak disamakan komunikasi dengan dia seperti kita berdoa kepada Allah.
Misal kita ada disini dan orang lain ada disana yang begitu jauh, sehingga beranggapan orang yang jauh tersebut seakan-akan dia maha mendengar seperti Allah yg maha mendengar. Sehingga orang tersebut tidak memiliki kemampuan tersebut.
C.3 Orang Shaleh beneran
Karena tidak sedikit orang menganggap orang shaleh namun kenyataanya ia dukun.
Minta doa kepada dukun berarti berbuat syirik, percaya saja sudah syirik, karena dukun berdoa pada syaitan bukan kepada Allah.
Note:
Shahabat minta didoakan kepada Rasulullah itu ketika beliau msih hidup, setelah Rasulullah wafat tidak ada yang meminta di do'akan kepada Rasulullah sebagai perantara.
*2. Tawasul yang dilarang*
Tawassul yang di larang ada dua tingkatan;
A. Tingkatan syirik
Tingkatan syirik ini bentuknya dua;
A.1 Orang yang menjadikan makhluk sebagai perantara kepada Allah dengan maksud agar doanya di teruskan kepada Allah, maka ini syirik, karena doa termasuk perantara dan tidak ada pernatara
A. 2 Do'a keada makhluk dan meyakini bahwa makhluk tersebut yang dapat mengabulkannya, bukan Allah lagi.
Belum lagi keyakinan syirik lain, seperti meyakini makhluk itu maha mendengar, ketika seseorang berdoa kepada makhluk yang sudah wafat dan beranggapan orang mati tersebut mendengarnya.
Maka itu syirik kepada sifat Allah ketika beranggapan orang yang telah wafat itu maha mendengar, karena hanya Allah yang maha dengar.
B. Tingkatan Bid'ah
Yaitu dia masih do'a kepada Allah, tapi dia menggunakan nama atau kemuliaan makhluk untuk berdo'a.
-Contoh :
يَا رَبِّ بِالمُصْطَفَى بَلِّغْ مَقَاصِدَنَا
Ya rabbi bil mushtafa balligh maqashidana
"Wahai Tuhanku, dengan (kedudukan) Mushtafa (Rasulullah) sampaikanlah maksud kami.
Knapa bid'ah?
karena rasul ga pernah ajarkan seperti ini.
Namun perlu diketahui juga bahwa tawasul syirik sudah pasti masuk bid'ah karena nabi tidak mengajarkannya dan melaakukannya.
*3️⃣.Tidak mengkafirkan orang musyrik, atau meragukan kekafiran mereka, atau membenarkan pendapat mereka*
من لم يكفّر المشر كين، أويشك في كفرهم، أو صحح مذهبهم، كفر
◆ Mengandung 3 Rincian
1. Tidak kafir musyrik
2. Ragu ini kafir atau tidak, jika tidak anggap kafir org kafir maka ia kafir
3. Dia amggap benar perbuatan kekafiran mereka
*Intinya satu yaitu tidak menganggap kafir orang kafir, maka itu pembatal keislaman kenapa?*
◆ Karena 2 sebab
1. Pendustaan terhadap Al-qur'an
Al-qur'an mengatakan Nasrani Kafir
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
لَّقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوٓا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلٰثَةٍ ۘ وَمَا مِنْ إِلٰهٍ إِلَّآ إِلٰهٌ وٰحِدٌ ۚ
"Sungguh, telah kafir orang-orang yang mengatakan bahwa Allah adalah salah satu dari yang tiga, padahal tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa."
(QS. Al-Ma'idah Ayat 73)
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
لَّقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوٓا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ
"Sungguh, telah kafir orang yang berkata, Sesungguhnya Allah itu dialah Al-Masih putra Maryam."
(QS. Al-Ma'idah Ayat 17)
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِينَ فِى نَارِ جَهَنَّمَ خٰلِدِينَ فِيهَآ ۚ أُولٰٓئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ
"Sungguh, orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke Neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Mereka itu adalah sejahat-jahat makhluk."
(QS. Al-Bayyinah Ayat 6)
Jika tidak menganggap yahudi dan nasrani kafir maka dia telah mendustakan Al-qur'an
Ulama mengatakan orang yang mendustakan Al-qur'an hanya satu huruf saja kfir, apalagi banyak ayat.
2. Orang yang tidak mengkafirkan orang musyrik berarti dia tidak lagi meyakini kalimat "Laa Ilaaha illallah"
Karena kalimat "Laa Ilaaha illallah" memiliki dua rukun:
-2.1 . Nafyu yang terkandung di dalam laa ilaaha yaitu pengingkaran terhadap orang yang menyembah selain Allah maka dia kafir
-2.2 Itsbat yaitu penetapan keimanan seseorang bahwa yang berhak disembah hanya Allah semata, tidak ada yang lain
Jika tidak mengkafirkan orang yang menyembah selain Allah maka dia telah mendustakan rukun yang pertama, yaitu Nafyu.
Sehingga konsekuensinya adalah tidak mengamalkan kalimat Laa ilaaha Ilallah.
◆ Tentang pendustaan banyak sekali
contoh pada orang-orang yang menyetujui hari lahir yang mereka yakini sebagai hari lahirnya anak Allah maka dia telah mendustakan ayat,
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
"(Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan."
(QS. Al-Ikhlas Ayat 3)
Jika seseorang mempercayai ayat itu maka harus marah terhadap orang yang mengatakan Allah punya anak, namun jika dia setuju bahkan gabung untuk merayakannya maka dia telah mendustakan ayat tersebut.
📝 *Catatan Penting*
Maksud pengkafiran disini yaitu orang kafir yang telah disepakati ulama sebagai orang kafir, atau orang yang melakukan dosa kekafiran yang telah sepakati oleh ulama akan dosa tersebut, dan semua golongan yang menyembah selain Allah.
◆Namun ada juga yang berbeda pendapat dalam menghukumi kekafirannya,
Contoh:
-Orang yang tidak mengkafirkan orang yang tidak shalat karena malas (namun ini masih khilaf)
Namun, jika tidak shalat karena menentang perintah shalat maka ulama sepakat telah kafir.
Walau pendapat yang lebih kuat wallaahu 'alam yaitu orang yang tidak melakukan shalat karena malas maka hukumnya sama, yaitu kafir.
-Contoh lain yang tidak dikafirkan
Yang ulama beda pendapat apabila ada seoseorang yang asalnya muslim lalu melakukan kekafiran apakah sudah pantas disebut kafir karena karena tidak ada udzur baginya atau atau masih ada udzur baginya sehingga ia tidak pantas divonus kafir? seperti halnya udzur bil jahl.
Namun dalam masalah udzur bil jahl ketahuilah bahwa ulamah ahlussunnah sepakat, yaitu orang muslim lakukan kekafiran karena kebodohan maka tidak otomatis dikafirkan kafir karena diberi udzur bil jahl karena kebodohan, maka ulama ahlussunnah itu sepakat ulama berlaku udzur kejahilan bagi pelaku kesyirikan yang tadinya muslim
Contohnya yg sepakat adalah,
1. Asy-Syaikh Prof. DR. Ibrahim Ar-Ruhailly hafidzahullah (Gruru Besar Universitas Islam Madinah)
2. Asy-Syaikh Prof. DR. Muhammad bin Umar Bazmul hafizhahullah (Ummul Quro Makkah)
Namun yang menjadi perbedaan pendapat dalam memvonis seseorang, misalnya
Mungkin ada ulama yg mengatakan ketika dia berbuat syirik bagi ulama A dia telah kafir dan tidak ada udzur, Namun bagi ulama B tidak kafir karena masih ada udzur baginya.
Maka perbedaan pendapat ulama dalam sehi penetapan karena ulama meghukumi sesuai dengan keilmuan yang ada pada diri mereka dan melihat kondisi orang tersebut, apakah masih ada udzur bagi orang tersebut atau tidak.
Maka jika ada orang yang belum mengkafirkan maka tidak serta mengkafirkan, karena dalam menetapkan kekafiran bagi orang yang tadinya muslim tidak sembarangan serta merta dalam memvonisnya.
Adapun yang maksud disini yaitu orang yang tidak mengkafirkan orang yang telah jelas kafir menurut ijma ulama seperti Yahudi dan Nasrani, maka ia telah dihukumi kafir.
*4️⃣. Meyakini adanya petunjuk yang lebih sempurna daripada sunnah Nabi Shallallahu alaihi wasallam*
من اعتقد أن غير هدي النبي صلى الله عليه وسلم أكمل من هديه، أو أن حكم غيره أحسن مة حكمه، كالذي يفضل حكم الطواغيت على حكمه، فهو كافر
Orang yang meyakini bahwa ada petunjuk lain yang lebih sempurna dari petunjuk Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, atau orang meyakini bahwa ada hukum lain yang lebih baik daripada hukum Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, seperti orang-orang yang lebih memilih hukum-hukum Thaghut daripada hukum Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka ia telah kafir.
*Kekafiran dalam bab ini ada tiga macam*
dan ini titik pembeda ahlussunnah antara khwawarij dan orang sekuler
◆ 1. Khawarij
Apa itu khawarij?
Khawarij meyakini orang yang tidak berhukum selain hukum Allah maka ia telah kafir, dan itu adalah penyimpangan mereka. Orang-orang khawarij telah menyelisihi manhaj salaf, dan ketahuilah bahwa orang yang menyimpang tidaklah sedikit dari mereka mempunyai dalil, akan tetapi mereka tidak memahami dalil sesuai dengan pemahaman para shahabat.
-Contoh
Allah Subhanahu wata'ala berfirman:
وَمَنْ لَّمْ يَحْكُمْ بِمَآ أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولٰٓئِكَ هُمُ الْكٰفِرُونَ
"Dan Barang siapa tidak memutuskan dengan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir."
(QS. Al-Ma'idah Ayat 44)
Khawarij memahami ayat ini sesuai dzahir, sehingga mereka mengkafirkan pemerintah, bahkan pemerintahan saudisekalipun, mereka menganggap semua pemerintahan yang ada di seluruh dunia kafir.
Para shahabat mahami ayat ini maknanya adalah kufur kecil, walau manhaj shahabat mahami ayat tersebut sesuai dzahir, kecuali ada dalil yang memalingkan dari dzahir.
Secara dzahir ayat hukumnya adalah kufur besar, namun shahabat memahami nya sebagai kufur kecil. Ketahuilah bahwasanya para shahabat lebih memahami ayat tersebut dan mengetahui turunnya ayat tersebut.
Ayat itu turun tidak berbicara tentang orang islam, akan tetapi terhadap yahudi dan nasrani, jika ayat tersebut ditujukan kepada kaum muslimin maka statusnya menjadi kufur asghar.
Jadi berhukum keada selain Allah pada dasarnya adalah kufur asghar (kecil).
Namun perlu diketahui bahwa yang namanya kufur walaupun itu kecil, bukan berarti dosanya kecil, akan tetapi dosa kufur asghar adalah sangat besar akan tetapi tidak sampai mengeluarkan seseorang dari keislamannya (kafir).
*Ahlussunnah mengatakan orang yang hukum selain Allah walau pada dasarnya kufur kecil akan tetapi bisa menjadi kufur akbar apabila dengan tiga kedaan*
1. Ketika dia mengatakan atau meyakini sama saja antara hukum Allah dan hukum buatan manusia.
2. Meyakini hukum manusia lebih baik daripada hukum Allah (islam), atau mengatakan hukum islam memang baik akan tetapi di negeri kita lebih cocok menggunakn hukum manusia dan hukum islam itu baik hanya di Arab saja.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
أَفَحُكْمَ الْجٰهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِّقَوْمٍ يُوقِنُونَ
"Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)?"
(QS. Al-Ma'idah Ayat 50)
3. Menghalalkan dari apa yang diharamkan atau mengharamkan dari apa yang dihalalkan.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
اتَّخَذُوٓا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبٰنَهُمْ أَرْبَابًا مِّنْ دُونِ اللَّهِ
"Mereka menjadikan orang-orang alim (Yahudi), dan rahib-rahibnya (Nasrani) sebagai Tuhan selain Allah."
(QS. At-Taubah Ayat 31)
Allah menganggap syirik orang yang taat pada ulama yang ikut serta menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal.
Jadi, dia tidak kafir jika sekedar berhukum selain Allah kecuali ada satu dari tiga keyakinan di atas, sehingga menyebabkan menjadi kufur akbar yang mengakibatkan keluar dari islam.
Ini sekaligus bantahan khawarij!
khawarij mengatakan "kalian salafi murji'ah"
Maka jawablah : "karena memang yang dilakukan pemerintah adalah kufur kecil, bukan kufur besar jika semata tidak berhukum selain Allah."
Adapun Murji'ah tidak mengkafirkan orang yang telah jelas kafir, bahkan mereka menganggap dosa kekafiran tidak memberikan pengaruh terhadap keimanannya.
Ciri khawarij adalah menuduh ahlussunnah dengan mengatakan murji'ah ('Irja)
2. Sekuler
Mereka merupakan orang yang menolak hukum Allah dan meyakini hukum manusia lebih baik daripada hukum Allah, sehingga ahlussunnah berada diantara khwawarij dan sekuler.
Orang-orang sekuler sering menuduh ahlusunnh dengan sebutan ekstrik, radikal, dan wahabi.
*5️⃣. Tidak senang dan membenci hal-hal yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, meskipun ia melaksanakannya, maka ia telah kafir*
من أبغض شيئا ممّا جابه الرسول صلى الله عليه وسلم ولو عملبه، كفر
Allah Subhanahu wata'ala berfirman:
وَالَّذِينَ كَفَرُوا فَتَعْسًا لَّهُمْ وَأَضَلَّ أَعْمٰلَهُمْ، ذٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَآ أَنْزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمٰلَهُمْ
"Dan orang-orang yang kafir, maka celakalah mereka, dan Allah menghapus segala amalnya, yang demikian itu karena mereka membenci apa (Al-Qur'an) yang diturunkan Allah, maka Allah menghapus segala amal mereka."
(QS. Muhammad Ayat 8-9)
Ayat ini negaskan membenci 1 sayariat saja maka dapat menyebabkan kekafiran
Namum membenci dibagi 2
1. Sifat tabiat
2. Benci syariat
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسٰىٓ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسٰىٓ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."
(QS. Al-Baqarah Ayat 216)
Jadi Allah mengatakan perang itu dibenci karena tabiat manusia, jika tabiat manusia normal maka ia tidak suka ribut.
Maka, manusia membenci perang maka itu adaah hal yang normal (tabiat), namun jika membenci perang di jalan Allah maka bencinya tersebut termasuk kekafiran.
-Contoh lain,
Bangun subuh banyak orang benci dan tidak suka karena udara dingin lebih memilih untuk tidur, akan tetapi jika ada orang yang membenci syariat bangun subuh untuk shalat subuh maka telah kafir.
Kafirnya karena bencinya syariat shalat subuh.
-Contoh lain
Wanita membenci syariat Poligami,
Apa hukum wanita benci poligami?...
Jika dia membenci karena cemburu maka itu tabiat wanita, dan dia tidak disalahkan, tidak berdosa apalagi sampai dikafirkan.
Akan tetapi jika dia benci syariat poligami maka dia kafir walaupun dia mau untuk dipoligami.
Bahkan para istri Nabi shalallahu alaihi wasallam pun pencemburu, dan ia tidak berdosa karena hal itu. Namun perlu diketahui, hal tersebut bisa menjadi dosa apabila cemburunya tersebut dapat menghalangi suaminya untuk beribadah lagi.....
*6️⃣. Menghina atau Mengolok-olok Agama Islam*
من استهزا بشيءمن دين الرسول صلى الله عليه وسلم أوثوابه أعقابه، كفر
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ ۚ قُلْ أَبِاللَّهِ وَءَايٰتِهِۦ وَرَسُولِهِۦ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِءُونَ، لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمٰنِكُمْ ۚ إِنْ نَّعْفُ عَنْ طَآئِفَةٍ مِّنْكُمْ نُعَذِّبْ طَآئِفَةًۢ بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ
"Dan jika kamu tanyakan kepada mereka, niscaya mereka akan menjawab, Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja. Katakanlah, Mengapa kepada Allah, dan ayat-ayat-Nya serta Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok
Tidak perlu kamu meminta maaf, karena kamu telah kafir setelah beriman. Jika Kami memaafkan sebagian dari kamu (karena telah tobat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang (selalu) berbuat dosa."
(QS. At-Taubah Ayat 65-66)
Jika bercanda saja bisa menyebabkan seseorang kafir, lantas bagaimana jika serius dalam menghinanya? Maka itu lebih parah lagi, sehingga Allah sendiri yang mengkafirkannya.
Karena iman dibangun di atas Cinta dan pengagungan, jika dia menghina islam maka dia telah merendahkan pengagungan terhadap Allah sehingga menjadi sebab kekafirannya.
*7️⃣. Melakukan Sihir*
السحر ومنه الصرف والعطف، فمن فعله أورضي به، كفر
Yaitu melakukan praktek-praktek sihir, termasuk di dalamnya ash-sharfu dan al-‘athfu.
Ash-sharfu adalah perbuatan sihir yang dimaksudkan dengannya untuk merubah keadaan seseorang dari apa yang dicintainya, seperti memalingkan kecintaan seorang suami terhadap isterinya menjadi kebencian terhadapnya.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتّٰى يَقُولَآ إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ
"Padahal, keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seseorang sebelum mengatakan, Sesungguhnya kami hanyalah cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kafir."
(QS. Al-Baqarah Ayat 102)
Ayat ini berbicara tentang ayat harut dan marut, sehingga siapa yang mau belajar sihir maka dia kafir dan jika dia tidak belajar sihir maka dia lulus ujian.
*Orang lakukan sahir kafir karena dua sebab*
1. Karena orang yang melakukan sihir maka hakikatnya ia telah menyembah setan, dia katakan dia dibantu setan, padahal kenyataanya dia jadi hamba setan karena mau melakukan apa yang setan perintahkan, seperti menyembelih selain Allah, melakukan ini dan ini.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُوا الشَّيٰطِينُ عَلٰى مُلْكِ سُلَيْمٰنَ ۖ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمٰنُ وَلٰكِنَّ الشَّيٰطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ
"Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa Kerajaan Sulaiman. Sulaiman itu tidak kafir tetapi setan-setan itulah yang kafir, mereka mengajarkan sihir kepada manusia"
(QS. Al-Baqarah Ayat 102)
2. Karena para tukang sihir dan dukun sok tahu perkara ghaib, sehingga sebut saja mereka orang yang tidak normal, karena mendapatkan berita dari setan, mereka syirik karena mengklaim mengetahui perkara ghaib, sedangkan yang mengetahui perkara ghaib hanya Allah.
Seandanya mengetahui perkara ghaib maka ia telah menyamakan Allah dengan makhluknya dalam hal ghaib (kekhususan Allah)
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
قُل لَّا يَعْلَمُ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ ۚ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ
"Katakanlah (Muhammad), Tidak ada sesuatu pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah. Dan mereka tidak mengetahui kapan mereka akan dibangkitkan."
(QS. An-Naml Ayat 65)
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
مَنْ أَتَى كَاهِناً أَوْ عَرَّافاً فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ
“Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu ia membenarkannya, maka ia berarti telah kufur pada Al Qur’an yang telah diturunkan pada Muhammad.”
(HR. Ahmad no. 9532. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan)
Adapun jika bertanya saja dan tidak mempercayai maka shalat tidak diterima selama 40 hari, dan dia msih tetap wajib melakukan shalat.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَىْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً
“Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal, maka shalatnya selama 40 hari tidak diterima.”
(HR. Muslim no. 2230, dari Shofiyah, dari beberapa istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam).
Namun jika bertanya untuk pemuktian kedustaanya,
بسم الله الرحمن الرحيم
*Kisah Syaikh Albani VS Dukun*
Syaikh Al Albaani رحمه الله تعالى Berkata Kepada Dukun: “Coba Datangkan Roh Imam Bukhari”
Berikut ini kisahnya:
Ada kabar yang didengar oleh Syaikh Al Albani رحمه الله تعالى bahwa salah seorang tokoh spiritual mampu menghadirkan dan mendatangkan roh. Untuk menghilangkan dan mengingkari kesyirikan, Syaikh pun menemui tokoh tersebut. Gemetarlah sang tokoh karena kedatangan syaikh.
Syaikh mengatakan:
أرجو أن تحضر لي روحا
“Aku harap engkau menghadirkan ruh seseorang untukku.”
Dukun: “Ruh siapa yang kamu inginkan?”
Syaikh menjawab:
أريد روح البخاري
“Aku ingin ruh imam al-Bukhariy”
Dukun: “Apa yang kamu inginkan dari Bukhariy?”
Syaikh menjawab:
أنا عندي أشياء أسألها للبخاري
“Ada hal-hal yang ingin kutanyakan kepada imam Bukhariy”
Dukun menjawab: “Hari ini ruh-ruh terhenti (waktu pemanggilan ruh telah usai). Datanglah kembali hari Senin”.
Syaikh pun mendatanginya hari Senin.
Ternyata tokoh spiritual tersebut kabur dan tempat praktiknya pindah ke tempat lain.
Syaikh paham bahwa sang dukun adalah pendusta ulung. Mereka akan berpura-pura bahwa roh masuk ke tubuh anggota timnya yang dianggap sebagai mediator. Mediator inilah yang akan berbicara seolah-olah roh yang telah dipanggil lah yang sedang berbicara.
Mengetahui bahwa sang mediator tak mungkin memahami ilmu hadits sebagaimana pemahaman imam Al Bukhari maka Syaikh Albaniy pun sengaja meminta agar roh imam Bukhariy dihadirkan guna menanyakan tentang ilmu hadits. Maka tentu sang dukun tak akan mampu bersandiwara dan akhirnya berkilah: “waktu pemanggilan roh telah usai”.
*8️⃣. Menolong dan membantu orang kafir dalam rangka memerangi kaum muslimin*
مظاهرة المشر كين ومعاونتهم على المسلمين
Bersikap wala dan loyal terhadap kafir terutama memerangi muslim
*Para ulama merinci kekafiran disini ada dua tingkatan bagi orang yang loyal terhadap orang kafir*
◆ 1. Tingkatan kafir
Apabila loyal pada orang kafir, setuju terhadap kekafiran mereka atau membenci atau tidak ingin agama islam di tegakkan, maka ia kafir.
◆ 2. Tingkat dosa besar yaitu dia sikap loyal bukan karena benci islam, bukan setuju terhadap kekafiran mereka, namun karena sesuatu yang sifatnya dunia
Maka itu dosa besar tapi tidak sampai kekafiran.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصٰرٰىٓ أَوْلِيَآءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۚ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِّنْكُمْ فَإِنَّهُۥ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِينَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin(mu); mereka satu sama lain saling melindungi. Barang siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim."
(QS. Al-Ma'idah Ayat 51)
*Kenapa rinci sampai 2 tingkatan sedangkan daliln tidak merincinya?*
Karena ada hadits dimana shahabat Hatib bin Abi Balta’ah radhiyallahu anhu yang membocorkan informasi akan penyerangan kaum muslimin untuk Fathu Makkah, karena beliau melakukan demikian bukan karena benci terhadap islam namun ingin punya jasa terhadap orang kafir agar melindungi keluarganya yang masih tertinggal di mekkah. Sehingga Rasulullah tidak kafirkan Hatib bin Abi Balta'ah, Namun perlu diketahui bahwa jika seorang shahabat melakukan sebuah dosa maka ia akan bertaubat dari dosa tersebut, adapun jika tidak bertaubat maka kesalahannya akan dihapuskan karena kebaikan mereka sangatlah banyak dan ampunan Allah terhadap mereka sangatlah banyak.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِّنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتٰبَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَآءَ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِينَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan pemimpinmu orang-orang yang membuat agamamu jadi bahan ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu dan orang-orang kafir (orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu orang-orang beriman."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 57)
9️⃣. Meyakini bahwa manusia bebas keluar dari syariat nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam*
من اعتقد أن بعض الناس يسعة الخر وج عن شريعة محمد صلى الله عليه وسلم كما وسع الخضر الخروج عن شريعة موسى عليه السلام، فهو كافر
Meyakini bahwa manusia bebas keluar dari syari’at Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Yaitu orang yang mempunyai keyakinan bahwa sebagian manusia diberikan keleluasaan untuk keluar dari sya’riat (ajaran) Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana Nabi Khidir dibolehkan keluar dari sya’riat Nabi Musa Alaihissallam, maka ia telah kafir.
*Masuk ke dalamnya ada dua golongan*
◆1. Yaitu sebagian orang sufi, mereka memiliki keyakinan para wali mereka bisa mencapai suatu tingkatan yang bisa keluar dari syariat.
Bahkan mereka menyatakan jika seseorang telah menjadi wali, maka bebas untuk keluar dari syariat karena wali lebih tinggi kedudukannya dibandingkan nabi, waliyadzubillah.
Sehingga mereka bagi agama menjadi tiga yaitu
Syariat, hakekat, dan makrifat.
Sehingga ajaran sufi yaitu adalah ajaran bagi orang yang merendahkan Rasulullah shallallahu alaihi wasalam.
Sampai kesesatan mereka ada yang sampai tingkatan wihdatul wujud (menyatu dengan Allah)
Meyakini agama dibagi saja sudah bid'ah termasuk bid'ah apalagi meyakini seseorang bebas keluar dari syariat terlebih telah menyatu dengan Allah.
Dan keyakinan sufi kufur karena mereka mendustakan pengutusan Rasulullah untuk Seluruh ummat.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
قُلْ يٰٓأَيُّهَا النَّاسُ إِنِّى رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا الَّذِى لَهُۥ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ ۖ لَآ إِلٰهَ إِلَّا هُوَ يُحْىِۦ وَيُمِيتُ ۖ فَئَامِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِىِّ الْأُمِّىِّ الَّذِى يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَكَلِمٰتِهِۦ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
"Katakanlah (Muhammad), Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia, agar kamu mendapat petunjuk."
(QS. Al-A'raf Ayat 158)
Sehingga jika mereka bebas keluar syariat berarti dusta terhadap ayat.
◆2. Golongan liberal (Islam Nusantara)
Mereka mengatakan sebagian ajaran islam tidak cocok di Nusantara, bahkan mereka menganggap ajara di nusantara warisan nenek moyang mereka yang sesat dianggap sebagai ajaran islam padahal ajaran tersebut bertentangan dengan islam.
Mereka juga menolak ajaran islam karena tidak cocok di Nusantara.
*Syubhat!!!*
Sama saja dengan nabi Khidir alaihissalam, nabi Khidir alaihissalam tidak mengikuti syariat nabi Musa alaihissalam.
Ternyata orang sesat juga punya dalil, sehingga memberikan pelajaran bagi kita tidak semua bahwa orang yanh memiliki dalil maka bukan jaminan dia di atas kebenaran, memang hafalan mereka bagus namun patokan kebenaran kebenaran, jaminan kebenaran adalah membawakan sebuah dalil sesuai dengan pemahaman para shabaat dan yang mengikuti mereka.
*Dalil mereka berlepas syariat dengan kisah nabi Khidir alaihissalam dimana Khidir alaihissalam mereka anggap sebagai wali dan Musa alaihissalam adalah nabi, sehingga Khidir alaihissalam lebih tinggi derajatnya dari Musa alaihissalam sehingga boleh keluar dari syari'at*
*Maka Jawaban Syubhatnya adalah*
◆1. Nabi Khidir alaihissalam jelas-jelas melakukan perbuatan beliau karena mendapatkan wahyu dari Allah sehingga ia mengatakan,
ۚ وَمَا فَعَلْتُهُۥ عَنْ أَمْرِى
"..Apa yang kuperbuat bukan menurut kemauanku sendiri.."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 82)
Khidir dapat Wahyu dari Allah sedangkan mereka dari setan.
◆2. Jika kita meneliti kisahnya kita akan mendapatkan bahwa Khidir alaihissalam tidak menyelisihi syariat Musa alaihissalam karena Musa alaihissalam tidak mengetahui alasan beliau membunuh anak kecil, melubangi kapal, namun setelah Khidir alaihissalam menjelaskan maka nabi Musa alaihissalam tidak lagi menyalahkan, sehingga Khaidir tidak menyelisihi syariat.
◆3. Andai benar nabi Khidir alaihissalam menentang syariat Musa alaihissalam maka dizaman itu memang boleh karena para nabi dan rasul diutus untuk kaumnya saja dan nabi Khidir alaihissalam bukan termasuk kaum nabi Musa alaihissalam, sehingga Khidir alaihissalam merupakan seorang nabi yang diutus untuk kaum yang lain.
Adapun syariat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam diutus untuk seluruh umat manusia.
Dari Shahabat Jabir bin Abdillah berkata Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
وَكَانَ النَّبِيُّ يُبْعَثُ إِلَى قَوْمِهِ خَاصَّةً وَبُعِثْتُ إِلَى النَّاسِ عَامَّةً
"Dan Nabi-Nabi dahulu (sebelum-ku) diutus khusus kepada kaumnya, sedangkan aku diutus kepada manusia semuanya."
(HR. Bukhari, no: 335)
Sehingga tidak bisa berdalil dengan ummat terdahulu, namun yang tidak pernah berubah adalah mentauhidkan Allah dan larangan berbuat syirik dari nabi Adam alaihissalam sampai Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Adapun dari segi hukum syariat maka terdapat perbedaan.
◆4. Nabi Khidir alaihissalam bukanlah wali namun nabi, karena ia diberikan wahyu oleh Allah sehingga mengetahui perkara ghaib, ia mengetahui anak yang kelak akan menyebabkan orang tua nya menjadi kufur. Karena hakikat yang mengetahui perkara ghaib nabi dan rasul.
Allah subhanahu wata'ala berfirman,
عٰلِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلٰى غَيْبِهِۦٓ أَحَدًا، إِلَّا مَنِ ارْتَضٰى مِنْ رَّسُولٍ فَإِنَّهُۥ يَسْلُكُ مِنۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِۦ رَصَدًا
"Dia Mengetahui yang gaib, tetapi Dia tidak memperlihatkan kepada siapa pun tentang yang gaib itu, kecuali kepada rasul yang diridai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di depan dan di belakangnya."
(QS. Al-Jinn Ayat 27)
*🔟. Berpaling dari agama Allah, ia tidak mempelajarinya dan beramal dengannya*
الإعراض عن دين الله تعالى، لا يتعلمه، ولا يعمل به
Berpaling dari agama Allah Ta’ala, ia tidak mempelajarinya dan tidak beramal dengannya.
*Maksud berpaling dari agama allah menjadi dua makna*
◆1. Berpaling secara menyeluruh
sama sekali tidak mau belajar, maka ia kafir.
◆2. Dia tidak mencintai islam walau dia tidak memusuhinya, sehingga dia memilih netral maka dia kufur. Karena maksud netral itu tidak membenci dan tidak mencintai, walau dia telah masuk islam, dan dia tidak mencintai sehingga tidak belajar agama, sehingga tidak mungkin seseorang melakukan sebuah amalan tetapi tidak mengetahui ilmunya.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذُكِّرَ بِئَايٰتِ رَبِّهِۦ ثُمَّ أَعْرَضَ عَنْهَآ ۚ إِنَّا مِنَ الْمُجْرِمِينَ مُنْتَقِمُونَ
"Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian dia berpaling darinya? Sungguh, Kami akan memberikan balasan kepada orang-orang yang berdosa."
(QS. As-Sajdah Ayat 22)
*Penutup*
Dan tidak ada bedanya dalam pembatal keislaman ini antara orang yang main-main, sungguh-sungguh dan orang yang takut, sehingga tidak boleh beralasan karenanya.
1. Kecuali orang yang dipaksa, maksud dipaksa adalah ketika dia diperintahkan melakukan kekafiran dengan ancaman bahaya besar seperti dibunuh. Namun, jika hanya sebatas ancaman seperti dipecat dalam pekerjaan maka hal ini bukan termasuk ke dalam darurat yang dipaksa.
2. Syarat kedua yaitu hatinya tetap beriman, jika hatinya jadi kafir maka dia tetap kafir walau melakukan sesuatu tersebut dipaksa, kenapa?
Karena hati tidak mungkin bisa dipaksa.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
مَنْ كَفَرَ بِاللَّهِ مِنۢ بَعْدِ إِيمٰنِهِۦٓ إِلَّا مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُۥ مُطْمَئِنٌّۢ بِالْإِيمٰنِ وَلٰكِنْ مَّنْ شَرَحَ بِالْكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِّنَ اللَّهِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
"Barang siapa kafir kepada Allah setelah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan mereka akan mendapat azab yang besar."
(QS. An-Nahl Ayat 106)
Semua pembatal keislaman ini merupakan yang paling besar dan paling banyak terjadi, sehingga seorang muslim hendaknya berhati-hati terhadap hal-hal yang menyebabkan kekufuran.
Semoga kita dimudahkan oleh Allah untuk mengamalkannya. Semoga Allah selalu memberi kita ilmu yang bermanfaat. Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shallallahu ‘ala nabiyyiina Muhammad wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam.
Walhamdulillah.
┄┅═══•❃📖❃•═══┅┄
فَلْيُبَلِّغْ الشَاهِدُ الغَائِبَ
“Hendaknya orang yang hadir menyampaikan kepada orang yang tidak hadir.”
(HR. al-Bukhari dari Abu Bakar radhiyallahu 'anhu)
Semoga tulisan singkat ini bisa menambah pengetahuan hal-hal yang dapat membatalkan keislaman dan memotivasi kita untuk terus menuntut ilmu karena ilmu agama ini begitu luas.
Semoga Allaah memberi petunjuk kepada kita semua untuk selalu ta'at kepadanya.
Wallaahu 'alam
Semoga Bermanfaat
بارك اللّه فيكم
Oleh : Doni Setio Pambudi (Abu Ubaidillah).
_*Karawang Mengaji Tauhid*_
بسم اللّه الرّحمٰن الرّحيم
📒Tema : 10 Pembatal Keislaman
🎓Pemateri : Ustadz Sofyan Cholid bin Idham Ruray, Lc _hafizhahullaah_
🕌 Tempat : Masjid Jami' Aliyah Karawang
📅 Tanggal : Ahad, 24 Jumadil 'Ula1441 H/ 19 Januari 2020 M
*Hendaknya seseorang mempelajari permasalahan ini, karena ini merupakan hal yang sangat penting*
Semoga Allah subhanahu wata'ala senantiasa memberikan pemahaman ilmu kepada kita semua, Aamiin.
*Muqoddimah*
Alhamdulillaah hamdan katsiron thoyyiban mubarokan fiih kamaa yuhibbu rabbuna wa yardha, wa asyhadu alla ilaha illallah wahdahu laa syarika lah wa asy-hadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluh. Allahumma shalli ‘ala Nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam.
Menjaga tauhid, keimanan, dan keislaman merupakan hal yang paling penting dalam kehidupan kita. Seseorang selamat dari adzab Allah apabila memiliki keimanan yanh benar dan serta memiliki keimanan yang sah tidak dicampuri dengan kesyirikan sedikitpun.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
الَّذِينَ ءَامَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوٓا إِيمٰنَهُمْ بِظُلْمٍ أُولٰٓئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُّهْتَدُونَ
"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan syirik, mereka itulah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mereka mendapat petunjuk."
(QS. Al-An'am Ayat 82)
Nikmat aman dalam ayat di atas maksudnya adalah selamat dari adzab Allah di dunia dan akhirat, ayat ini juga menjelaskan kepada kita jalan keselamatan. Hidayah diperoleh dengan cara menjaga keimanan dan keislaman.
Sebaliknya Allah ingatkan kepada yang kafir kepada Allah dan orang yang batal imannya maka mereka termasuk penghuni neraka dan kekal di dalamnya dan mereka seburuk-buruk makhluk.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِينَ فِى نَارِ جَهَنَّمَ خٰلِدِينَ فِيهَآ ۚ أُولٰٓئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ
"Sungguh, orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke Neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Mereka itu adalah sejahat-jahat makhluk."
(QS. Al-Bayyinah Ayat 6)
Menjaga Iman dan Islam suatu yang penting, jika kita berjumpa dengan Allah dengan tidak membawa dosa ini maka kita selamat dan jika membawa dosa ini maka kita akan celaka.
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab at-Tamimi rahimahullah mengatakan,
اعلم أن نواقض الإسلام عشرة
Ketahuilah bahwasannya pembatal keislaman itu ada sepuluh.
Namun sepuluh yang dimaksud disini bukan pembatasan, karena pembatasan pembatal keislaman sangat banyak
*Beliau mengingatkan sepuluh disini dengan alasan;*
1. Sepuluh disini merupakan yang paling banyak terjadi
2. Sepuluh disini ini yang telah disepakati oleh ulama dan tidak ada khilaf perbedaan pendapat, dan dosa ini jika dilakukan oleh seseorang maka membatalkan keislamannya.
*1⃣. Berbuat Syirik di dalam Ibadah kepada Allaah*
الشرك في عبادةالله تعالى
Karena ibadah hakikatnya khusus hanya milik Allah, Makna dari syirik yaitu menyamakan Allah dengan Makhluk dalam perkara yang khusus bagi Allah.
Oleh sebabnya orang yang beribadah kepada selain Allah atau membuat tandingan ibadah pada selain Allah maka dia telah berbuat syirik, walau dia hanya sebuah berkeyakinan ada sesuatu yang boleh disembah selain Allah.
*Kenapa dosa syirik sangat dimurkai oleh Allah?*
Karena dosa syirik merupakan penghinaat terhadap Allah, ketika Allah yang merajai, menguasai, yang maha tinggi disamakan dengan makhluk dimana makhluk itu lemah, hina, kotor dan penuh dosa baik secara lahir maupun batin, sehingga jika disamakan maka pelecehan yang sangat besar terhadap Allah subhanahu wata'ala.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَاءُ
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya…”
(QS. An-Nisa’ Ayat 48)
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِۦ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَشَآءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلٰلًۢا بَعِيدًا
"Allah tidak akan mengampuni dosa syirik (mempersekutukan Allah dengan sesuatu) dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sungguh, dia telah tersesat jauh sekali."
(QS. An-Nisa' Ayat 116)
Dalam kedua ayat tersebut memiliki lafadz yang sama, hanya saja berbeda pada lafadz yang terakhirnya.
Ayat ini merupakan konsekuensi bagi orang yang berbuat syirik lalu mati dalam keadaan belum bertaubat.
Namun jika dia bertaubat dari dosa syirik maka Allah ampuni seluruh dosanya.
Bahkan orang yang tadinya musyrik, lalu masuk islam maka sebuah kebaikan yang dilakukannya selama ia musyrik menjadi sebuah pahala kebaikan.
◆ Contoh pada kisah
Shahabat Amr bin Ash radhiyallahu anhu
قُلْتُ: أَنْ يُغْفَرَلِى. قَالَ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ اْلإِسْلاَمَ يَهْدِمُ مَا كَانَ قَبْلَهُ؟ وَأَنَّ الْهِجْرَةَ تَهْدِمُ مَاكَانَ قَبْلَهَا؟ وَأَنَّ الْحَجَّ يَهْدِمُ مَا كَانَ قَبْلَهُ ؟
Maka aku berkata, ‘Agar aku diampuni.’ Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ‘*Apakah engkau belum tahu bahwa sesungguhnya Islam itu menghapus dosa-dosa yang dilakukan sebelumnya,* hijrah itu menghapus dosa-dosa sebelumnya, dan haji itu menghapus dosa-dosa sebelumnya?’”
(HR. Muslim: Kitabul Iman no. 121)
Sehingga Ulama mengatakan tauhid adalah sebab terbesar seseorang mendapat ampunan Allah.
◆ Contoh jika ada orang berbuat dosa khamr dan riba, lalu dia taubat dari khamr dan dosa ribanya ia belum sempat bertaubat maka Allah ampuni dosa khamrnya dan dosa riba belum diampuni. Namun, jika taubat dari syirik maka akan diampuni seluruh dosanya.
Di dalam hadits qudsi dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman:
يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِى بِقُرَابِ الأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيتَنِى لاَ تُشْرِكُ بِى شَيْئًا لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً
“Wahai anak Adam, jika engkau mendatangi-Ku dengan dosa sepenuh bumi kemudian engkau tidak berbuat syirik pada-Ku dengan sesuatu apa pun, maka Aku akan mendatangimu dengan ampunan sepenuh bumi itu pula.”
(HR. Tirmidzi no. 3540. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan ghorib. Sanad hadits ini hasan sebagaimana dikatakan oleh Al Hafizh Abu Thohir)
Makna disini yaitu tidak melakukan dosa syirik kecil maupun syirik besar. Orang yang datang berjumpa dengan Allah dengan membawa dosa sepenuh bumi saja masih ada harapan diampuni dengan syarat tidak berbuat syirik.
Lalu Sabda Rasul keada Hakim bin Hizam,
عن حَكِيم بن حِزَامٍ رضي الله عنه أَنَّهُ قَالَ:يَا رَسُولَ اللهِ! أَرَأَيْتَ أُمُورًا كُنْتُ أَتَحَنَّثُ بِهَا فِي الْجَاهِلِيَّةِ: مِنْ صِلَةٍ وَعَتَاقَةٍ وَصَدَقَةٍ، هَلْ لِي فِيْهَا مِنْ أَجْرٍ؟ قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: “أَسْلَمْتَ عَلَى مَا سَلَفَ مِنْ خَيْرٍ”.
Dari Hakim bin Hizam bahwasanya ia berkata: “Wahai Rasulullah! Bagaimana pendapatmu tentang perkara-perkara kebaikan yang dahulu di masa jahiliyah sebelum saya masuk Islam aku melakukannya: berupa menyambung tali silaturahim, memerdekakan budak, bersedekah, Apakah aku mendapatkan pahala hai Rasulullah?”
Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, *“Engkau masuk Islam diatas kebaikan kebaikan yang telah kamu lakukan dahulu”*
(HR. Al-Bukhari)
Namun jika seseorang melakukan kesyiirikan maka amalan tersebut yang akan terhapuskan,
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
وَلَقَدْ أُوحِىَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخٰسِرِينَ
"Dan sungguh, telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu, *Sungguh, jika engkau menyekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang yang rugi."*
(QS. Az-Zumar Ayat 65)
Ini merupakan bahaya dosa syirik yang dapat menghapus amalan seseorang sehingga tidak mendapatkan amlunan Allah jika ia mati dalam keadaan belum bertaubat.
Namun, jika seseorang tidak bertaubat dari dosa selain syirik maka ada kemungkinan diampuni, karena ada ada sebab lain yang dapat mengampuni dosa tersebut, yaitu sebab kebaikan yang ia lakukan di dunia,
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
إِنَّ الْحَسَنٰتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ۚ ذٰلِكَ ذِكْرٰى لِلذّٰكِرِينَ
"Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah)."
(QS. Hud 11: Ayat 114)
Atau dalam kisah yang mahsyur,
Dari shahabat Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَنَّ امْرَأَةً بَغِيًّا رَأَتْ كَلْبًا فِى يَوْمٍ حَارٍّ يُطِيفُ بِبِئْرٍ قَدْ أَدْلَعَ لِسَانَهُ مِنَ الْعَطَشِ فَنَزَعَتْ لَهُ بِمُوقِهَا فَغُفِرَ لَهَا
“Ada seorang wanita pezina melihat seekor anjing di hari yang panasnya begitu terik. Anjing itu menngelilingi sumur tersebut sambil menjulurkan lidahnya karena kehausan. Lalu wanita itu melepas sepatunya (lalu menimba air dengannya). Ia pun diampuni karena amalannya tersebut.”
(HR. Muslim no. 2245).
Begitu juga musibah yang menimpa seseorang dapat menghapus dosa, namun perlu diingat bahwa dosa yang bisa dihapuskan dengan amal shaleh hanya dosa selain syirik, karena dosa syirik hanya bisa dihapuskan dengan taubat.
Selama seseorang masih muslim, seseorang boleh untuk medo'akannya ketika mati, jika itu orang tua kita maka lebih wajib lagi bagi kita untuk mendoakannya.
Adapun jika orang itu yang berbuat syirik sehingga menyebabkan keluar dari islam maka kita dilarang untuk mendo'akannya atau memohonkan ampun kepadanya.
Allah Subhanahu wata'ala berfirman:
مَا كَانَ لِلنَّبِىِّ وَالَّذِينَ ءَامَنُوٓا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوٓا أُولِى قُرْبٰى مِنۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحٰبُ الْجَحِيمِ
"Tidak pantas bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memohonkan ampunan (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik sekalipun orang-orang itu kaum kerabat(nya) setelah jelas bagi mereka bahwa orang-orang musyrik itu penghuni Neraka Jahanam."
(QS. At-Taubah Ayat 113)
Ayat di atas ashbabun nuzul nya ketika Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mendoakan pamannya Abu Thalib yang mati dalam keadaan kafir.
Orang yang berbuat dosa besar dan selama bukan syirik, seandainya Allah tidak mengampuni maka Allah masukkan ia ke dalam neraka namun tidak kekal di dalamnya.
Adapun orang yang berbuat syirik pasti masuk neraka.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوٓا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ ۖ وَقَالَ الْمَسِيحُ يٰبَنِىٓ إِسْرٰٓءِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّى وَرَبَّكُمْ ۖ إِنَّهُۥ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوٰىهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظّٰلِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ
"Sungguh, telah kafir orang-orang yang berkata, Sesungguhnya Allah itu dialah Al-Masih putra Maryam. Padahal Al-Masih (sendiri) berkata, Wahai Bani Israil! Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu. Sesungguhnya barang siapa mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh, Allah mengharamkan surga baginya, dan tempatnya ialah neraka. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim itu."
(QS. Al-Maidah Ayat 72)
*Contoh perbuatan syirik dalam ibadah adalah*
1. Menyembelih untuk selain Allah
Menyembelih untuk pendekatan dan pengagungan terhadap selain Allah, seperti orang yang menyembah kepada jin atau menyembah kepada kubur.
Semua ibadah jika dipersembahkan kepada selain Allah maka itu termasuk syirik dalam uluhiyyah (peribadahan), dan itu kufur.
◆ Syaikh menyebutkan contoh mengembah jin dan kubur karena ini yang paling banyak terjadi.
Karena setiap orang hampir tidak ada sekutukan Shalat, Haji dalam ibadah ini karena mereka paham bahwa melakukan demikian itu tidak boleh.
Namun faktanya ada orang yang demikian, ada orang shalat kepada selain Allah,
contoh:
Orang yang datang ke suatu masjid karena dia meyakini di masjid tersebut ada kuburan keramat orang shaleh, sehingga dia shalat di masjid tersebut demi mengagungkan penghuni kubur tersebut namun karena keyakinan tersebut ada hakikatnya ia telah menyembah penghuni kubur, karena hakitkat dari ibadah adalah kecintaan dan pengagungan.
*Kenapa hal ini banyak terjadi?*
Karena diantara tipu daya setan terhadap manusia adalah membuat suatu dosa dengan menamakan dan menggambarkan yang buruk dengan rupa yang Bagus dan Indah.
◆ Contoh sangat banyak:
-Riba disebut Bunga
-Racun disebut selera pemberani
-Dosa syirik menyembah selain allah dinamakan sedekah bumi, sedekah laut.
Sehingga banyak orang yang terjerumus di dalam hal ini, mereka menakut-nakuti supaya banyak orang mau menyembelih untuk mereka, bahkan orang-orang menyebut hal tersebut dengan Kearifan lokal, bahkan saking bodohnya mereka menjadikna itu sebagai wisata budaya. Naudzubillah
Sebaliknya, yang baik-baik, yaitu ajaran islam yang sebenarnya digambar oleh setan disebut keburukan.
Sehingga muncul perkataan "yang suka larang-larang syirik adalah Wahabi, Radikal." dan selebihnya, sehingga tuduhan mereka terhadap orang melarang syirik hanya sepanjang lidahnya saja.
Ketahuilah bahwa menyembelih merupakan ibadah yang sangat agung
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
قُلْ إِنَّ صَلَاتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ الْعٰلَمِينَ
"Katakanlah (Muhammad), Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam,"
(QS. Al-An'am Ayat 162)
Dari Shahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
لعن الله من ذبح لغير الله
“Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah.
(HR. Muslim no 1978)
2. Termasuk ibadah syirik adalah Tawakkal
Kita hanya boleh menggantungkan hati hanya kepada Allah saja, apabila kita gantung/menyandarkan hati keada selain Allah maka itu kesyirikan.
Oleh sebab itu mempercayai jimat adalah syirik, kenapa syirik? Karena menggantungkan hati kita kepadanya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ عَلَّقَ تَمِيْمَةً فَقَدْ أَشْرَكَ
“Barangsiapa menggantungkan jimat, maka ia telah melakukan syirik.”
(HR. Abu Dawud, shahih)
Begitu juga jika hati kita bersandar kepada hari-hari yang kita anggap kebaikan atau anggap sial, karena jika hati seseorang menggantung kan kepada hari tersebut maka telah berbuat syirik.
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ رَدَّتْهُ الطِّيَرَةُ عَنْ حَاجَتِهِ، فَقَدْ أَشْرَكَ
“Barangsiapa dihalangi oleh perasaan takut sial untuk melakukan hajatnya maka ia telah menyekutukan Allah."
(HR. Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir dari Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu’anhuma, Ash-Shahihah:1065, Shahihul Jaami’: 6264)
*2️⃣.Orang yang membuat perantara antara dirinya dengan Allah peramtara, yaitu dengan berdoa, memohon syafa'at, serta bertawakkal kepada mereka*
من جعل بينه وبين الله وسائط يد عو هم ويسألهم الشفاعة ويتو كل عليهم، كفر إجماعا
Orang yang membuat perantara antara dirinya dengan Allah, yaitu dengan berdo’a, memohon syafa’at, serta bertawakkal kepada mereka.
Perbuatan-perbuatan tersebut termasuk amalan kekufuran menurut ijma’ (kesepakatan para ulama).
Yaitu orang yang berdo'a kepada selain Allah yang mana ibadah tersebut (do'a) hanya mampu dikabulkan oleh Allah maka itu syirik, karena doa itu merupakan bagian dari ibadah.
Dari An-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
الدُّعَاءُ هُوَ العِبَادَةُ
”Doa adalah ibadah.”
(HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi)
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
"Dan Rabbmu berfirman, Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk ke Neraka Jahanam dalam keadaan hina dina."
(QS. Ghafir Ayat 60)
Ayat ini merupakan dalil bahwa doa merupakan ibadah, dan meneegaskan bahwa orang sombong tidak mau do'a keada Allah sehingga dia masuk neraka dalam keadaan hina.
Sehingga jika berdoa kepada makhluk maka dia telah menyekutukan ibadah kepada selain Allah.
*Syubhat!!!*
Mereka sebut ini katakan Tawassul,
Maka ini bukan tawasul syar'i, tapi yang terlarang
*Tawassul ada 2*
1. Tawassul yang syariat
2. Tawassul yang dilarang
*1. Yng disyariatkan yaitu dengan dalil ada tiga bentuk*
A. Tawasul dengan Nama dan sifat Allah
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
وَلِلَّهِ الْأَسْمَآءُ الْحُسْنٰى فَادْعُوهُ بِهَا
"Dan Allah memiliki Asmaul Husna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna itu"
(QS. Al-A'raf Ayat 180)
Juga Rasulullah mencontohnya,
Rasulullah menyeebut dua nama yaitu hayyu dan qoyyum dan satu sifat yaitu rahmat
Beliau senantiasa berdo'a
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا
“Ya hayyu ya qoyyum bi rahmatika astaghiits, wa ash-lihlii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin abadan
-artinya: Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri tidak butuh segala sesuatu, dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata tanpa mendapat pertolongan dari-Mu selamanya.”
(HR. Ibnu As Sunni dalam ‘Amal Al-Yaum wa Al-Lailah no. 46, An-Nasa’i)
B. Tawassul dengan amal shaleh
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَآ إِنَّنَآ ءَامَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
"(Yaitu) orang-orang yang berdoa, Ya Rabb kami, kami benar-benar beriman, maka ampunilah dosa-dosa kami dan lindungilah kami dari azab neraka."
(QS. Ali 'Imran Ayat 16)
Maksud ayat ini yaitu kami sudah beriman (amalan) ini bagian dari ibadah, lalu ia meminta diampuni dosa dan dilindungi dari adzab neraka.
C. Tawassul dengan doa orang shaleh
Tawassul dengan Amal shaleh dengan tiga syarat ;
C.1 Masih hidup
Jika berdoa kepada orang yang sudah mati maka telah musyrik.
C.2 Hadir, maknanya yaitu bisa komunikasi secara wajar,
Tidak disamakan komunikasi dengan dia seperti kita berdoa kepada Allah.
Misal kita ada disini dan orang lain ada disana yang begitu jauh, sehingga beranggapan orang yang jauh tersebut seakan-akan dia maha mendengar seperti Allah yg maha mendengar. Sehingga orang tersebut tidak memiliki kemampuan tersebut.
C.3 Orang Shaleh beneran
Karena tidak sedikit orang menganggap orang shaleh namun kenyataanya ia dukun.
Minta doa kepada dukun berarti berbuat syirik, percaya saja sudah syirik, karena dukun berdoa pada syaitan bukan kepada Allah.
Note:
Shahabat minta didoakan kepada Rasulullah itu ketika beliau msih hidup, setelah Rasulullah wafat tidak ada yang meminta di do'akan kepada Rasulullah sebagai perantara.
*2. Tawasul yang dilarang*
Tawassul yang di larang ada dua tingkatan;
A. Tingkatan syirik
Tingkatan syirik ini bentuknya dua;
A.1 Orang yang menjadikan makhluk sebagai perantara kepada Allah dengan maksud agar doanya di teruskan kepada Allah, maka ini syirik, karena doa termasuk perantara dan tidak ada pernatara
A. 2 Do'a keada makhluk dan meyakini bahwa makhluk tersebut yang dapat mengabulkannya, bukan Allah lagi.
Belum lagi keyakinan syirik lain, seperti meyakini makhluk itu maha mendengar, ketika seseorang berdoa kepada makhluk yang sudah wafat dan beranggapan orang mati tersebut mendengarnya.
Maka itu syirik kepada sifat Allah ketika beranggapan orang yang telah wafat itu maha mendengar, karena hanya Allah yang maha dengar.
B. Tingkatan Bid'ah
Yaitu dia masih do'a kepada Allah, tapi dia menggunakan nama atau kemuliaan makhluk untuk berdo'a.
-Contoh :
يَا رَبِّ بِالمُصْطَفَى بَلِّغْ مَقَاصِدَنَا
Ya rabbi bil mushtafa balligh maqashidana
"Wahai Tuhanku, dengan (kedudukan) Mushtafa (Rasulullah) sampaikanlah maksud kami.
Knapa bid'ah?
karena rasul ga pernah ajarkan seperti ini.
Namun perlu diketahui juga bahwa tawasul syirik sudah pasti masuk bid'ah karena nabi tidak mengajarkannya dan melaakukannya.
*3️⃣.Tidak mengkafirkan orang musyrik, atau meragukan kekafiran mereka, atau membenarkan pendapat mereka*
من لم يكفّر المشر كين، أويشك في كفرهم، أو صحح مذهبهم، كفر
◆ Mengandung 3 Rincian
1. Tidak kafir musyrik
2. Ragu ini kafir atau tidak, jika tidak anggap kafir org kafir maka ia kafir
3. Dia amggap benar perbuatan kekafiran mereka
*Intinya satu yaitu tidak menganggap kafir orang kafir, maka itu pembatal keislaman kenapa?*
◆ Karena 2 sebab
1. Pendustaan terhadap Al-qur'an
Al-qur'an mengatakan Nasrani Kafir
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
لَّقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوٓا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلٰثَةٍ ۘ وَمَا مِنْ إِلٰهٍ إِلَّآ إِلٰهٌ وٰحِدٌ ۚ
"Sungguh, telah kafir orang-orang yang mengatakan bahwa Allah adalah salah satu dari yang tiga, padahal tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa."
(QS. Al-Ma'idah Ayat 73)
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
لَّقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوٓا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ
"Sungguh, telah kafir orang yang berkata, Sesungguhnya Allah itu dialah Al-Masih putra Maryam."
(QS. Al-Ma'idah Ayat 17)
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِينَ فِى نَارِ جَهَنَّمَ خٰلِدِينَ فِيهَآ ۚ أُولٰٓئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ
"Sungguh, orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke Neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Mereka itu adalah sejahat-jahat makhluk."
(QS. Al-Bayyinah Ayat 6)
Jika tidak menganggap yahudi dan nasrani kafir maka dia telah mendustakan Al-qur'an
Ulama mengatakan orang yang mendustakan Al-qur'an hanya satu huruf saja kfir, apalagi banyak ayat.
2. Orang yang tidak mengkafirkan orang musyrik berarti dia tidak lagi meyakini kalimat "Laa Ilaaha illallah"
Karena kalimat "Laa Ilaaha illallah" memiliki dua rukun:
-2.1 . Nafyu yang terkandung di dalam laa ilaaha yaitu pengingkaran terhadap orang yang menyembah selain Allah maka dia kafir
-2.2 Itsbat yaitu penetapan keimanan seseorang bahwa yang berhak disembah hanya Allah semata, tidak ada yang lain
Jika tidak mengkafirkan orang yang menyembah selain Allah maka dia telah mendustakan rukun yang pertama, yaitu Nafyu.
Sehingga konsekuensinya adalah tidak mengamalkan kalimat Laa ilaaha Ilallah.
◆ Tentang pendustaan banyak sekali
contoh pada orang-orang yang menyetujui hari lahir yang mereka yakini sebagai hari lahirnya anak Allah maka dia telah mendustakan ayat,
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
"(Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan."
(QS. Al-Ikhlas Ayat 3)
Jika seseorang mempercayai ayat itu maka harus marah terhadap orang yang mengatakan Allah punya anak, namun jika dia setuju bahkan gabung untuk merayakannya maka dia telah mendustakan ayat tersebut.
📝 *Catatan Penting*
Maksud pengkafiran disini yaitu orang kafir yang telah disepakati ulama sebagai orang kafir, atau orang yang melakukan dosa kekafiran yang telah sepakati oleh ulama akan dosa tersebut, dan semua golongan yang menyembah selain Allah.
◆Namun ada juga yang berbeda pendapat dalam menghukumi kekafirannya,
Contoh:
-Orang yang tidak mengkafirkan orang yang tidak shalat karena malas (namun ini masih khilaf)
Namun, jika tidak shalat karena menentang perintah shalat maka ulama sepakat telah kafir.
Walau pendapat yang lebih kuat wallaahu 'alam yaitu orang yang tidak melakukan shalat karena malas maka hukumnya sama, yaitu kafir.
-Contoh lain yang tidak dikafirkan
Yang ulama beda pendapat apabila ada seoseorang yang asalnya muslim lalu melakukan kekafiran apakah sudah pantas disebut kafir karena karena tidak ada udzur baginya atau atau masih ada udzur baginya sehingga ia tidak pantas divonus kafir? seperti halnya udzur bil jahl.
Namun dalam masalah udzur bil jahl ketahuilah bahwa ulamah ahlussunnah sepakat, yaitu orang muslim lakukan kekafiran karena kebodohan maka tidak otomatis dikafirkan kafir karena diberi udzur bil jahl karena kebodohan, maka ulama ahlussunnah itu sepakat ulama berlaku udzur kejahilan bagi pelaku kesyirikan yang tadinya muslim
Contohnya yg sepakat adalah,
1. Asy-Syaikh Prof. DR. Ibrahim Ar-Ruhailly hafidzahullah (Gruru Besar Universitas Islam Madinah)
2. Asy-Syaikh Prof. DR. Muhammad bin Umar Bazmul hafizhahullah (Ummul Quro Makkah)
Namun yang menjadi perbedaan pendapat dalam memvonis seseorang, misalnya
Mungkin ada ulama yg mengatakan ketika dia berbuat syirik bagi ulama A dia telah kafir dan tidak ada udzur, Namun bagi ulama B tidak kafir karena masih ada udzur baginya.
Maka perbedaan pendapat ulama dalam sehi penetapan karena ulama meghukumi sesuai dengan keilmuan yang ada pada diri mereka dan melihat kondisi orang tersebut, apakah masih ada udzur bagi orang tersebut atau tidak.
Maka jika ada orang yang belum mengkafirkan maka tidak serta mengkafirkan, karena dalam menetapkan kekafiran bagi orang yang tadinya muslim tidak sembarangan serta merta dalam memvonisnya.
Adapun yang maksud disini yaitu orang yang tidak mengkafirkan orang yang telah jelas kafir menurut ijma ulama seperti Yahudi dan Nasrani, maka ia telah dihukumi kafir.
*4️⃣. Meyakini adanya petunjuk yang lebih sempurna daripada sunnah Nabi Shallallahu alaihi wasallam*
من اعتقد أن غير هدي النبي صلى الله عليه وسلم أكمل من هديه، أو أن حكم غيره أحسن مة حكمه، كالذي يفضل حكم الطواغيت على حكمه، فهو كافر
Orang yang meyakini bahwa ada petunjuk lain yang lebih sempurna dari petunjuk Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, atau orang meyakini bahwa ada hukum lain yang lebih baik daripada hukum Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, seperti orang-orang yang lebih memilih hukum-hukum Thaghut daripada hukum Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka ia telah kafir.
*Kekafiran dalam bab ini ada tiga macam*
dan ini titik pembeda ahlussunnah antara khwawarij dan orang sekuler
◆ 1. Khawarij
Apa itu khawarij?
Khawarij meyakini orang yang tidak berhukum selain hukum Allah maka ia telah kafir, dan itu adalah penyimpangan mereka. Orang-orang khawarij telah menyelisihi manhaj salaf, dan ketahuilah bahwa orang yang menyimpang tidaklah sedikit dari mereka mempunyai dalil, akan tetapi mereka tidak memahami dalil sesuai dengan pemahaman para shahabat.
-Contoh
Allah Subhanahu wata'ala berfirman:
وَمَنْ لَّمْ يَحْكُمْ بِمَآ أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولٰٓئِكَ هُمُ الْكٰفِرُونَ
"Dan Barang siapa tidak memutuskan dengan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir."
(QS. Al-Ma'idah Ayat 44)
Khawarij memahami ayat ini sesuai dzahir, sehingga mereka mengkafirkan pemerintah, bahkan pemerintahan saudisekalipun, mereka menganggap semua pemerintahan yang ada di seluruh dunia kafir.
Para shahabat mahami ayat ini maknanya adalah kufur kecil, walau manhaj shahabat mahami ayat tersebut sesuai dzahir, kecuali ada dalil yang memalingkan dari dzahir.
Secara dzahir ayat hukumnya adalah kufur besar, namun shahabat memahami nya sebagai kufur kecil. Ketahuilah bahwasanya para shahabat lebih memahami ayat tersebut dan mengetahui turunnya ayat tersebut.
Ayat itu turun tidak berbicara tentang orang islam, akan tetapi terhadap yahudi dan nasrani, jika ayat tersebut ditujukan kepada kaum muslimin maka statusnya menjadi kufur asghar.
Jadi berhukum keada selain Allah pada dasarnya adalah kufur asghar (kecil).
Namun perlu diketahui bahwa yang namanya kufur walaupun itu kecil, bukan berarti dosanya kecil, akan tetapi dosa kufur asghar adalah sangat besar akan tetapi tidak sampai mengeluarkan seseorang dari keislamannya (kafir).
*Ahlussunnah mengatakan orang yang hukum selain Allah walau pada dasarnya kufur kecil akan tetapi bisa menjadi kufur akbar apabila dengan tiga kedaan*
1. Ketika dia mengatakan atau meyakini sama saja antara hukum Allah dan hukum buatan manusia.
2. Meyakini hukum manusia lebih baik daripada hukum Allah (islam), atau mengatakan hukum islam memang baik akan tetapi di negeri kita lebih cocok menggunakn hukum manusia dan hukum islam itu baik hanya di Arab saja.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
أَفَحُكْمَ الْجٰهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِّقَوْمٍ يُوقِنُونَ
"Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)?"
(QS. Al-Ma'idah Ayat 50)
3. Menghalalkan dari apa yang diharamkan atau mengharamkan dari apa yang dihalalkan.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
اتَّخَذُوٓا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبٰنَهُمْ أَرْبَابًا مِّنْ دُونِ اللَّهِ
"Mereka menjadikan orang-orang alim (Yahudi), dan rahib-rahibnya (Nasrani) sebagai Tuhan selain Allah."
(QS. At-Taubah Ayat 31)
Allah menganggap syirik orang yang taat pada ulama yang ikut serta menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal.
Jadi, dia tidak kafir jika sekedar berhukum selain Allah kecuali ada satu dari tiga keyakinan di atas, sehingga menyebabkan menjadi kufur akbar yang mengakibatkan keluar dari islam.
Ini sekaligus bantahan khawarij!
khawarij mengatakan "kalian salafi murji'ah"
Maka jawablah : "karena memang yang dilakukan pemerintah adalah kufur kecil, bukan kufur besar jika semata tidak berhukum selain Allah."
Adapun Murji'ah tidak mengkafirkan orang yang telah jelas kafir, bahkan mereka menganggap dosa kekafiran tidak memberikan pengaruh terhadap keimanannya.
Ciri khawarij adalah menuduh ahlussunnah dengan mengatakan murji'ah ('Irja)
2. Sekuler
Mereka merupakan orang yang menolak hukum Allah dan meyakini hukum manusia lebih baik daripada hukum Allah, sehingga ahlussunnah berada diantara khwawarij dan sekuler.
Orang-orang sekuler sering menuduh ahlusunnh dengan sebutan ekstrik, radikal, dan wahabi.
*5️⃣. Tidak senang dan membenci hal-hal yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, meskipun ia melaksanakannya, maka ia telah kafir*
من أبغض شيئا ممّا جابه الرسول صلى الله عليه وسلم ولو عملبه، كفر
Allah Subhanahu wata'ala berfirman:
وَالَّذِينَ كَفَرُوا فَتَعْسًا لَّهُمْ وَأَضَلَّ أَعْمٰلَهُمْ، ذٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَآ أَنْزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمٰلَهُمْ
"Dan orang-orang yang kafir, maka celakalah mereka, dan Allah menghapus segala amalnya, yang demikian itu karena mereka membenci apa (Al-Qur'an) yang diturunkan Allah, maka Allah menghapus segala amal mereka."
(QS. Muhammad Ayat 8-9)
Ayat ini negaskan membenci 1 sayariat saja maka dapat menyebabkan kekafiran
Namum membenci dibagi 2
1. Sifat tabiat
2. Benci syariat
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسٰىٓ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسٰىٓ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."
(QS. Al-Baqarah Ayat 216)
Jadi Allah mengatakan perang itu dibenci karena tabiat manusia, jika tabiat manusia normal maka ia tidak suka ribut.
Maka, manusia membenci perang maka itu adaah hal yang normal (tabiat), namun jika membenci perang di jalan Allah maka bencinya tersebut termasuk kekafiran.
-Contoh lain,
Bangun subuh banyak orang benci dan tidak suka karena udara dingin lebih memilih untuk tidur, akan tetapi jika ada orang yang membenci syariat bangun subuh untuk shalat subuh maka telah kafir.
Kafirnya karena bencinya syariat shalat subuh.
-Contoh lain
Wanita membenci syariat Poligami,
Apa hukum wanita benci poligami?...
Jika dia membenci karena cemburu maka itu tabiat wanita, dan dia tidak disalahkan, tidak berdosa apalagi sampai dikafirkan.
Akan tetapi jika dia benci syariat poligami maka dia kafir walaupun dia mau untuk dipoligami.
Bahkan para istri Nabi shalallahu alaihi wasallam pun pencemburu, dan ia tidak berdosa karena hal itu. Namun perlu diketahui, hal tersebut bisa menjadi dosa apabila cemburunya tersebut dapat menghalangi suaminya untuk beribadah lagi.....
*6️⃣. Menghina atau Mengolok-olok Agama Islam*
من استهزا بشيءمن دين الرسول صلى الله عليه وسلم أوثوابه أعقابه، كفر
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ ۚ قُلْ أَبِاللَّهِ وَءَايٰتِهِۦ وَرَسُولِهِۦ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِءُونَ، لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمٰنِكُمْ ۚ إِنْ نَّعْفُ عَنْ طَآئِفَةٍ مِّنْكُمْ نُعَذِّبْ طَآئِفَةًۢ بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ
"Dan jika kamu tanyakan kepada mereka, niscaya mereka akan menjawab, Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja. Katakanlah, Mengapa kepada Allah, dan ayat-ayat-Nya serta Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok
Tidak perlu kamu meminta maaf, karena kamu telah kafir setelah beriman. Jika Kami memaafkan sebagian dari kamu (karena telah tobat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang (selalu) berbuat dosa."
(QS. At-Taubah Ayat 65-66)
Jika bercanda saja bisa menyebabkan seseorang kafir, lantas bagaimana jika serius dalam menghinanya? Maka itu lebih parah lagi, sehingga Allah sendiri yang mengkafirkannya.
Karena iman dibangun di atas Cinta dan pengagungan, jika dia menghina islam maka dia telah merendahkan pengagungan terhadap Allah sehingga menjadi sebab kekafirannya.
*7️⃣. Melakukan Sihir*
السحر ومنه الصرف والعطف، فمن فعله أورضي به، كفر
Yaitu melakukan praktek-praktek sihir, termasuk di dalamnya ash-sharfu dan al-‘athfu.
Ash-sharfu adalah perbuatan sihir yang dimaksudkan dengannya untuk merubah keadaan seseorang dari apa yang dicintainya, seperti memalingkan kecintaan seorang suami terhadap isterinya menjadi kebencian terhadapnya.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتّٰى يَقُولَآ إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ
"Padahal, keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seseorang sebelum mengatakan, Sesungguhnya kami hanyalah cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kafir."
(QS. Al-Baqarah Ayat 102)
Ayat ini berbicara tentang ayat harut dan marut, sehingga siapa yang mau belajar sihir maka dia kafir dan jika dia tidak belajar sihir maka dia lulus ujian.
*Orang lakukan sahir kafir karena dua sebab*
1. Karena orang yang melakukan sihir maka hakikatnya ia telah menyembah setan, dia katakan dia dibantu setan, padahal kenyataanya dia jadi hamba setan karena mau melakukan apa yang setan perintahkan, seperti menyembelih selain Allah, melakukan ini dan ini.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُوا الشَّيٰطِينُ عَلٰى مُلْكِ سُلَيْمٰنَ ۖ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمٰنُ وَلٰكِنَّ الشَّيٰطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ
"Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa Kerajaan Sulaiman. Sulaiman itu tidak kafir tetapi setan-setan itulah yang kafir, mereka mengajarkan sihir kepada manusia"
(QS. Al-Baqarah Ayat 102)
2. Karena para tukang sihir dan dukun sok tahu perkara ghaib, sehingga sebut saja mereka orang yang tidak normal, karena mendapatkan berita dari setan, mereka syirik karena mengklaim mengetahui perkara ghaib, sedangkan yang mengetahui perkara ghaib hanya Allah.
Seandanya mengetahui perkara ghaib maka ia telah menyamakan Allah dengan makhluknya dalam hal ghaib (kekhususan Allah)
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
قُل لَّا يَعْلَمُ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ ۚ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ
"Katakanlah (Muhammad), Tidak ada sesuatu pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah. Dan mereka tidak mengetahui kapan mereka akan dibangkitkan."
(QS. An-Naml Ayat 65)
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
مَنْ أَتَى كَاهِناً أَوْ عَرَّافاً فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ
“Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu ia membenarkannya, maka ia berarti telah kufur pada Al Qur’an yang telah diturunkan pada Muhammad.”
(HR. Ahmad no. 9532. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan)
Adapun jika bertanya saja dan tidak mempercayai maka shalat tidak diterima selama 40 hari, dan dia msih tetap wajib melakukan shalat.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَىْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً
“Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal, maka shalatnya selama 40 hari tidak diterima.”
(HR. Muslim no. 2230, dari Shofiyah, dari beberapa istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam).
Namun jika bertanya untuk pemuktian kedustaanya,
بسم الله الرحمن الرحيم
*Kisah Syaikh Albani VS Dukun*
Syaikh Al Albaani رحمه الله تعالى Berkata Kepada Dukun: “Coba Datangkan Roh Imam Bukhari”
Berikut ini kisahnya:
Ada kabar yang didengar oleh Syaikh Al Albani رحمه الله تعالى bahwa salah seorang tokoh spiritual mampu menghadirkan dan mendatangkan roh. Untuk menghilangkan dan mengingkari kesyirikan, Syaikh pun menemui tokoh tersebut. Gemetarlah sang tokoh karena kedatangan syaikh.
Syaikh mengatakan:
أرجو أن تحضر لي روحا
“Aku harap engkau menghadirkan ruh seseorang untukku.”
Dukun: “Ruh siapa yang kamu inginkan?”
Syaikh menjawab:
أريد روح البخاري
“Aku ingin ruh imam al-Bukhariy”
Dukun: “Apa yang kamu inginkan dari Bukhariy?”
Syaikh menjawab:
أنا عندي أشياء أسألها للبخاري
“Ada hal-hal yang ingin kutanyakan kepada imam Bukhariy”
Dukun menjawab: “Hari ini ruh-ruh terhenti (waktu pemanggilan ruh telah usai). Datanglah kembali hari Senin”.
Syaikh pun mendatanginya hari Senin.
Ternyata tokoh spiritual tersebut kabur dan tempat praktiknya pindah ke tempat lain.
Syaikh paham bahwa sang dukun adalah pendusta ulung. Mereka akan berpura-pura bahwa roh masuk ke tubuh anggota timnya yang dianggap sebagai mediator. Mediator inilah yang akan berbicara seolah-olah roh yang telah dipanggil lah yang sedang berbicara.
Mengetahui bahwa sang mediator tak mungkin memahami ilmu hadits sebagaimana pemahaman imam Al Bukhari maka Syaikh Albaniy pun sengaja meminta agar roh imam Bukhariy dihadirkan guna menanyakan tentang ilmu hadits. Maka tentu sang dukun tak akan mampu bersandiwara dan akhirnya berkilah: “waktu pemanggilan roh telah usai”.
*8️⃣. Menolong dan membantu orang kafir dalam rangka memerangi kaum muslimin*
مظاهرة المشر كين ومعاونتهم على المسلمين
Bersikap wala dan loyal terhadap kafir terutama memerangi muslim
*Para ulama merinci kekafiran disini ada dua tingkatan bagi orang yang loyal terhadap orang kafir*
◆ 1. Tingkatan kafir
Apabila loyal pada orang kafir, setuju terhadap kekafiran mereka atau membenci atau tidak ingin agama islam di tegakkan, maka ia kafir.
◆ 2. Tingkat dosa besar yaitu dia sikap loyal bukan karena benci islam, bukan setuju terhadap kekafiran mereka, namun karena sesuatu yang sifatnya dunia
Maka itu dosa besar tapi tidak sampai kekafiran.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصٰرٰىٓ أَوْلِيَآءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۚ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِّنْكُمْ فَإِنَّهُۥ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِينَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin(mu); mereka satu sama lain saling melindungi. Barang siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim."
(QS. Al-Ma'idah Ayat 51)
*Kenapa rinci sampai 2 tingkatan sedangkan daliln tidak merincinya?*
Karena ada hadits dimana shahabat Hatib bin Abi Balta’ah radhiyallahu anhu yang membocorkan informasi akan penyerangan kaum muslimin untuk Fathu Makkah, karena beliau melakukan demikian bukan karena benci terhadap islam namun ingin punya jasa terhadap orang kafir agar melindungi keluarganya yang masih tertinggal di mekkah. Sehingga Rasulullah tidak kafirkan Hatib bin Abi Balta'ah, Namun perlu diketahui bahwa jika seorang shahabat melakukan sebuah dosa maka ia akan bertaubat dari dosa tersebut, adapun jika tidak bertaubat maka kesalahannya akan dihapuskan karena kebaikan mereka sangatlah banyak dan ampunan Allah terhadap mereka sangatlah banyak.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِّنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتٰبَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَآءَ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِينَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan pemimpinmu orang-orang yang membuat agamamu jadi bahan ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu dan orang-orang kafir (orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu orang-orang beriman."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 57)
9️⃣. Meyakini bahwa manusia bebas keluar dari syariat nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam*
من اعتقد أن بعض الناس يسعة الخر وج عن شريعة محمد صلى الله عليه وسلم كما وسع الخضر الخروج عن شريعة موسى عليه السلام، فهو كافر
Meyakini bahwa manusia bebas keluar dari syari’at Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Yaitu orang yang mempunyai keyakinan bahwa sebagian manusia diberikan keleluasaan untuk keluar dari sya’riat (ajaran) Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana Nabi Khidir dibolehkan keluar dari sya’riat Nabi Musa Alaihissallam, maka ia telah kafir.
*Masuk ke dalamnya ada dua golongan*
◆1. Yaitu sebagian orang sufi, mereka memiliki keyakinan para wali mereka bisa mencapai suatu tingkatan yang bisa keluar dari syariat.
Bahkan mereka menyatakan jika seseorang telah menjadi wali, maka bebas untuk keluar dari syariat karena wali lebih tinggi kedudukannya dibandingkan nabi, waliyadzubillah.
Sehingga mereka bagi agama menjadi tiga yaitu
Syariat, hakekat, dan makrifat.
Sehingga ajaran sufi yaitu adalah ajaran bagi orang yang merendahkan Rasulullah shallallahu alaihi wasalam.
Sampai kesesatan mereka ada yang sampai tingkatan wihdatul wujud (menyatu dengan Allah)
Meyakini agama dibagi saja sudah bid'ah termasuk bid'ah apalagi meyakini seseorang bebas keluar dari syariat terlebih telah menyatu dengan Allah.
Dan keyakinan sufi kufur karena mereka mendustakan pengutusan Rasulullah untuk Seluruh ummat.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
قُلْ يٰٓأَيُّهَا النَّاسُ إِنِّى رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا الَّذِى لَهُۥ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ ۖ لَآ إِلٰهَ إِلَّا هُوَ يُحْىِۦ وَيُمِيتُ ۖ فَئَامِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِىِّ الْأُمِّىِّ الَّذِى يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَكَلِمٰتِهِۦ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
"Katakanlah (Muhammad), Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia, agar kamu mendapat petunjuk."
(QS. Al-A'raf Ayat 158)
Sehingga jika mereka bebas keluar syariat berarti dusta terhadap ayat.
◆2. Golongan liberal (Islam Nusantara)
Mereka mengatakan sebagian ajaran islam tidak cocok di Nusantara, bahkan mereka menganggap ajara di nusantara warisan nenek moyang mereka yang sesat dianggap sebagai ajaran islam padahal ajaran tersebut bertentangan dengan islam.
Mereka juga menolak ajaran islam karena tidak cocok di Nusantara.
*Syubhat!!!*
Sama saja dengan nabi Khidir alaihissalam, nabi Khidir alaihissalam tidak mengikuti syariat nabi Musa alaihissalam.
Ternyata orang sesat juga punya dalil, sehingga memberikan pelajaran bagi kita tidak semua bahwa orang yanh memiliki dalil maka bukan jaminan dia di atas kebenaran, memang hafalan mereka bagus namun patokan kebenaran kebenaran, jaminan kebenaran adalah membawakan sebuah dalil sesuai dengan pemahaman para shabaat dan yang mengikuti mereka.
*Dalil mereka berlepas syariat dengan kisah nabi Khidir alaihissalam dimana Khidir alaihissalam mereka anggap sebagai wali dan Musa alaihissalam adalah nabi, sehingga Khidir alaihissalam lebih tinggi derajatnya dari Musa alaihissalam sehingga boleh keluar dari syari'at*
*Maka Jawaban Syubhatnya adalah*
◆1. Nabi Khidir alaihissalam jelas-jelas melakukan perbuatan beliau karena mendapatkan wahyu dari Allah sehingga ia mengatakan,
ۚ وَمَا فَعَلْتُهُۥ عَنْ أَمْرِى
"..Apa yang kuperbuat bukan menurut kemauanku sendiri.."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 82)
Khidir dapat Wahyu dari Allah sedangkan mereka dari setan.
◆2. Jika kita meneliti kisahnya kita akan mendapatkan bahwa Khidir alaihissalam tidak menyelisihi syariat Musa alaihissalam karena Musa alaihissalam tidak mengetahui alasan beliau membunuh anak kecil, melubangi kapal, namun setelah Khidir alaihissalam menjelaskan maka nabi Musa alaihissalam tidak lagi menyalahkan, sehingga Khaidir tidak menyelisihi syariat.
◆3. Andai benar nabi Khidir alaihissalam menentang syariat Musa alaihissalam maka dizaman itu memang boleh karena para nabi dan rasul diutus untuk kaumnya saja dan nabi Khidir alaihissalam bukan termasuk kaum nabi Musa alaihissalam, sehingga Khidir alaihissalam merupakan seorang nabi yang diutus untuk kaum yang lain.
Adapun syariat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam diutus untuk seluruh umat manusia.
Dari Shahabat Jabir bin Abdillah berkata Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
وَكَانَ النَّبِيُّ يُبْعَثُ إِلَى قَوْمِهِ خَاصَّةً وَبُعِثْتُ إِلَى النَّاسِ عَامَّةً
"Dan Nabi-Nabi dahulu (sebelum-ku) diutus khusus kepada kaumnya, sedangkan aku diutus kepada manusia semuanya."
(HR. Bukhari, no: 335)
Sehingga tidak bisa berdalil dengan ummat terdahulu, namun yang tidak pernah berubah adalah mentauhidkan Allah dan larangan berbuat syirik dari nabi Adam alaihissalam sampai Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Adapun dari segi hukum syariat maka terdapat perbedaan.
◆4. Nabi Khidir alaihissalam bukanlah wali namun nabi, karena ia diberikan wahyu oleh Allah sehingga mengetahui perkara ghaib, ia mengetahui anak yang kelak akan menyebabkan orang tua nya menjadi kufur. Karena hakikat yang mengetahui perkara ghaib nabi dan rasul.
Allah subhanahu wata'ala berfirman,
عٰلِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلٰى غَيْبِهِۦٓ أَحَدًا، إِلَّا مَنِ ارْتَضٰى مِنْ رَّسُولٍ فَإِنَّهُۥ يَسْلُكُ مِنۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِۦ رَصَدًا
"Dia Mengetahui yang gaib, tetapi Dia tidak memperlihatkan kepada siapa pun tentang yang gaib itu, kecuali kepada rasul yang diridai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di depan dan di belakangnya."
(QS. Al-Jinn Ayat 27)
*🔟. Berpaling dari agama Allah, ia tidak mempelajarinya dan beramal dengannya*
الإعراض عن دين الله تعالى، لا يتعلمه، ولا يعمل به
Berpaling dari agama Allah Ta’ala, ia tidak mempelajarinya dan tidak beramal dengannya.
*Maksud berpaling dari agama allah menjadi dua makna*
◆1. Berpaling secara menyeluruh
sama sekali tidak mau belajar, maka ia kafir.
◆2. Dia tidak mencintai islam walau dia tidak memusuhinya, sehingga dia memilih netral maka dia kufur. Karena maksud netral itu tidak membenci dan tidak mencintai, walau dia telah masuk islam, dan dia tidak mencintai sehingga tidak belajar agama, sehingga tidak mungkin seseorang melakukan sebuah amalan tetapi tidak mengetahui ilmunya.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذُكِّرَ بِئَايٰتِ رَبِّهِۦ ثُمَّ أَعْرَضَ عَنْهَآ ۚ إِنَّا مِنَ الْمُجْرِمِينَ مُنْتَقِمُونَ
"Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian dia berpaling darinya? Sungguh, Kami akan memberikan balasan kepada orang-orang yang berdosa."
(QS. As-Sajdah Ayat 22)
*Penutup*
Dan tidak ada bedanya dalam pembatal keislaman ini antara orang yang main-main, sungguh-sungguh dan orang yang takut, sehingga tidak boleh beralasan karenanya.
1. Kecuali orang yang dipaksa, maksud dipaksa adalah ketika dia diperintahkan melakukan kekafiran dengan ancaman bahaya besar seperti dibunuh. Namun, jika hanya sebatas ancaman seperti dipecat dalam pekerjaan maka hal ini bukan termasuk ke dalam darurat yang dipaksa.
2. Syarat kedua yaitu hatinya tetap beriman, jika hatinya jadi kafir maka dia tetap kafir walau melakukan sesuatu tersebut dipaksa, kenapa?
Karena hati tidak mungkin bisa dipaksa.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
مَنْ كَفَرَ بِاللَّهِ مِنۢ بَعْدِ إِيمٰنِهِۦٓ إِلَّا مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُۥ مُطْمَئِنٌّۢ بِالْإِيمٰنِ وَلٰكِنْ مَّنْ شَرَحَ بِالْكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِّنَ اللَّهِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
"Barang siapa kafir kepada Allah setelah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan mereka akan mendapat azab yang besar."
(QS. An-Nahl Ayat 106)
Semua pembatal keislaman ini merupakan yang paling besar dan paling banyak terjadi, sehingga seorang muslim hendaknya berhati-hati terhadap hal-hal yang menyebabkan kekufuran.
Semoga kita dimudahkan oleh Allah untuk mengamalkannya. Semoga Allah selalu memberi kita ilmu yang bermanfaat. Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shallallahu ‘ala nabiyyiina Muhammad wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam.
Walhamdulillah.
┄┅═══•❃📖❃•═══┅┄
فَلْيُبَلِّغْ الشَاهِدُ الغَائِبَ
“Hendaknya orang yang hadir menyampaikan kepada orang yang tidak hadir.”
(HR. al-Bukhari dari Abu Bakar radhiyallahu 'anhu)
Semoga tulisan singkat ini bisa menambah pengetahuan hal-hal yang dapat membatalkan keislaman dan memotivasi kita untuk terus menuntut ilmu karena ilmu agama ini begitu luas.
Semoga Allaah memberi petunjuk kepada kita semua untuk selalu ta'at kepadanya.
Wallaahu 'alam
Semoga Bermanfaat
بارك اللّه فيكم
Oleh : Doni Setio Pambudi (Abu Ubaidillah).
Komentar
Posting Komentar